Gestur Perokok Picu Penularan Covid-19 Makin Tinggi, Apa Maksudnya?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 01 April 2021 | 08:10 WIB
Gestur Perokok Picu Penularan Covid-19 Makin Tinggi, Apa Maksudnya?
Ilustrasi merokok (freepik.com/ArthurHidden)

Suara.com - Merokok tidak hanya memperparah infeksi Covid-19.  Ternyata gestur orang yang merokok juga memicu penularan virus asal Wuhan, China itu semakin cepat.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR dalam acara Setahun Pandemi, Rabu (31/3/2021).

Menurut Dr. Agus gestur orang merokok tidak hanya mengabaikan protokol kesehatan, karena harus melepaskan masker.

Tapi juga perpindahan tangan ke mulut yang berulang-ulang memicu masuknya virus, ditambah saat merokok orang juga kerap berbicara.

Ilustrasi merokok. (Shutterstock)

"Sehingga ini adalah salah satu pola hidup yang kira harus hindari pada saat pandemi ini. Dengan berbicara saat merokok, menghembuskan asap rokok, itu berpotensi untuk saling menularkan kepada orang lain," terang Dr. Agus.

Lebih lanjut secara diagnosis medis yang bisa dibuktikan dengan foto fisiologi, ternyata reseptor atau pintu masuk virus SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19 yang disebut ACE2, banyak dimiliki oleh tubuh para perokok.

Alhasil, karena 'pintu masuknya' banyak, maka orang tersebut berisiko lebih tinggi terpapar Covid-19, dibanding orang dengan ACE2 yang lebih sedikit.

"Ini sudah ada bukti riset secara histopatologi hasil biopsi dari saluran napas, seorang perokok ternyata menunjukkan jumlah ACE2 yang lebih tinggi dibanding bukan perokok," terang Dr. Agus.

Tidak berhenti di situ, seorang perokok kerap memiliki masalah dengan organ vitalnya, seperti sakit jantung, paru, hingga kanker. 

Nah, orang dengan penyakit penyerta (komorbid) ini, keadaanya bisa lebih parah atau dalam kondisi berat jika tertular Covid-19.

"Kita tahu betul komorbid ini berisiko untuk lebih tinggi terinfeksi penyakit Covid-19, dan juga menyebabkan risiko mortalitas (kematian) yang lebih berat," pungkasnya.

Maka, Dr. Agus menyimpulkan penanganan orang yang merokok di Indonesia, bisa sangat membantu penanganan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan belum diketahui ujungnya ini.

"Oleh karena itu, mari bersama-sama mengatur dan pengendalian rokok mengendalikan pandemi Covid-19," pungkas Dr. Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibolehkan Buka, Bioskop di Pekanbaru Bakal Terapkan Prokes Ketat

Dibolehkan Buka, Bioskop di Pekanbaru Bakal Terapkan Prokes Ketat

Riau | Rabu, 31 Maret 2021 | 20:45 WIB

Ibu Keguguran Usai Konsumsi Rumput Fatimah dan Berita Terpopuler Lainnya

Ibu Keguguran Usai Konsumsi Rumput Fatimah dan Berita Terpopuler Lainnya

Health | Rabu, 31 Maret 2021 | 20:38 WIB

Videografis: Kenali Gejala-gelaja Long Covid-19

Videografis: Kenali Gejala-gelaja Long Covid-19

Video | Rabu, 31 Maret 2021 | 20:25 WIB

Terkini

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB