Mengenal Sick Building Syndromes, Sakit saat Berada di Lokasi Tertentu

Yasinta Rahmawati

Kamis, 01 April 2021 | 10:53 WIB
Mengenal Sick Building Syndromes, Sakit saat Berada di Lokasi Tertentu
Ilustrasi. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Apakah Anda pernah merasa tidak enak badan atau timbul gejala sakit saat berada di lokasi tertentu? Seperti di ruangan gedung atau bangunan kantor baru? Mungkin Anda mengalami yang namanya Sick Building Syndromes (SBS).

Ini adalah sebutan untuk suatu kondisi timbulnya gejala sakit yang diduga disebabkan oleh berada di dalam gedung atau jenis ruang tertutup lainnya. Ahli percaya gangguan kesehatan ini disebabkan oleh kualitas udara dalam ruangan yang buruk. Namun, penyebab pastinya tidak diketahui.

Gejala SBS dapat memengaruhi kulit, pernapasan, dan sistem neurologis. Gejalanya termasuk pilek, hidung tersumbat, mata gatal, infeksi sinus, tenggorokan gatal, kulit kering dan teriritasi, sakit perut, sakit kepala, kesulitan berkonsentrasi, dan kelelahan atau kelesuan hingga demam.

Melansir dari Healthline, terkadang untuk mendiagnosis SBS bisa sulit karena berbagai gejalanya mirip dengan penyakit lain. Namun yang perlu digaribawahi, biasanya gejala akan membaik setelah meninggalkan gedung tersebut, namun gejala akan muncul kembali ketika Anda kembali ke lokasi yang sama.

Jika Anda melihat gejala berulang yang tampaknya muncul setiap kali Anda berada di gedung tertentu, Anda dapat mempertimbangkan bahwa SBS adalah penyebabnya.

Ilustrasi pusing (freepik.com/senivpetro)
Ilustrasi pusing (freepik.com/senivpetro)

Penting juga untuk dicatat bahwa SBS mempengaruhi setiap orang secara berbeda. Meskipun setiap orang yang menghabiskan waktu di ruang tertentu mungkin mengalami beberapa gejala di atas, gejala ini dapat bervariasi. Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala sama sekali. Orang lain mungkin mengalami gejala setelah meninggalkan gedung yang dimaksud. ini mungkin karena paparan berulang atau jangka panjang.

Penyebab SBS

Ada berbagai kemungkinan penyebab di balik SBS selain bangunan dengan ventilasi yang buruk, dekorasi bangunan juga berkontribusi pada masalah ini. Banyak cat, serat karpet, furnitur, dan bahkan asap berbahaya dari papan dinding yang keluar dari gas, kadang-kadang selama bertahun-tahun setelah pemasangan.

Produk ini dapat mengeluarkan formaldehida, asam asetat, atau senyawa organik yang mudah menguap (VOC) dan bahan kimia lainnya. Peralatan kantor modern seperti mesin fotokopi dan pembersih udara elektrostatis menambah masalah dengan menambahkan ozon ke dalam campuran.

baca juga

Jamur atau lumut dari kondisi lembap bisa juga menimbulkan masalah kualitas udara. Proses manufaktur dan peralatan penanganan material dapat menambahkan hidrokarbon atau kabut asap, dan banyak bahan pembersih kimia yang mengeluarkan uap berbahaya. Hasilnya adalah campuran kimiawi di udara yang membuat orang mengalami SBS.

Mengingat berbagai faktor yang dapat menyebabkan SBS ini, sulit untuk menentukan satu penyebab tunggal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Salfok Prank ala Kuli Bangunan, Warganet: Waduh Gawat Tuh

Salfok Prank ala Kuli Bangunan, Warganet: Waduh Gawat Tuh

Tekno | Kamis, 01 April 2021 | 08:00 WIB

Terduga Teroris Serang Mabes Polri, PPP: Aksi Teror Jangan Dianggap Remeh

Terduga Teroris Serang Mabes Polri, PPP: Aksi Teror Jangan Dianggap Remeh

News | Rabu, 31 Maret 2021 | 19:37 WIB

Terungkap! Baku Tembak di Mabes Polri, Penyerang Terduga Teroris Perempuan

Terungkap! Baku Tembak di Mabes Polri, Penyerang Terduga Teroris Perempuan

Banten | Rabu, 31 Maret 2021 | 18:47 WIB

Terkini

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×