Eliminasi Tuberkulosis, Jemput Bola dan Cari Kasus Jadi Cara Terbaik

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Jum'at, 02 April 2021 | 16:10 WIB
Eliminasi Tuberkulosis, Jemput Bola dan Cari Kasus Jadi Cara Terbaik
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Pakar mengatakan agar target eliminasi tuberkulosis (TBC) tercapai, strategi terbaik adalah dengan melakukan jemput bola dan aktif mencari pasien.

Dikatakan dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Diah Handayani, Sp.P, pentingnya tindakan pecegahan tuberkulosis (TB) salah satunya menjemput bola terutama untuk orang yang berisiko seperti pengidap HIV hingga diabetes.

"Tindakan pencegahan dimulai dengan kegiatan mencari, harus ada active case finding atau jemput bola, terutama untuk orang-orang yang mengidap HIV, diabetes mellitus, atau yang tinggal di slum area. Orang-orang yang berisiko tersebut harus diberikan terapi pencegahan," kata dia dalam siaran pers RSUI, dilansir ANTARA.

Hal ini seperti yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut WHO, diagnosis dan tatalaksana TB laten perlu dilakukan di antaranya pada pasien HIV/AIDS, pasien kontak dengan kasus TB aktif, pasien dengan pengobatan anti-TNFa, pasien hemodialysis, transplantasi organ, pasien dengan silikosis, tuna wisma, warga binaan lapas, serta petugas kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, di Indonesia terdapat sekitar 50 persen penduduk terinfeksi TB dan hampir 1 juta atau 1 per 10 angka TB di dunia.

Sementara dari sisi upaya preventif TB, Indonesia baru mencapai angka 12 persen sehingga diperlukan inovasi-inovasi ide dan program pencegahan untuk menurunkan kasus juga dalam hal skrining, deteksi maupun pengobatan TB.

Sekretaris Jejaring Riset TB dari UI, dr. I Wayan Gede Artawan Eka Putra, menjelaskan inovasi-inovasi penelitian pencegahan tuberkulosis dapat diterapkan pada setiap perjalanan alamiah tubekulosis, tidak hanya pada tahapan pengobatan.

Beberapa contoh inovasi tersebut bisa dilakukan dalam tahap mencegah pajanan, mencegah infeksi, deteksi dini, mencegah sakit TB, meningkatkan kesembuhan, pembatasan ketidakmampuan dan rehabilitasi, serta inovasi dalam hal pencatatan dan pelaporan.

"Ada beberapa langkah dalam membuat inovasi tersebut di antaranya, identifikasi masalah, penelitian dan pengembangan, menyusun konsep inovasi, penerapan dan evaluasi," kata Artawan.

Baca Juga: Cegah Tuberkulosis, Ini 6 Kebiasan untuk Membentuk Gaya Hidup Sehat

Di sisi lain, pandemi COVID-19 selama beberapa waktu terakhir dilaporkan berdampak pada tantangan dan kesulitan dalam penanggulangan TB antara lain pembatasan kegiatan di masyarakat yang berdampak negatif terhadap akses ke layanan kesehatan termasuk layanan TB, sumber daya program TB yang terbagi untuk penanggulangan COVID-19.

Tantangan lainnya, kekhawatiran sebagian orang dianggap menderita COVID-19 dengan gejala gangguan napas dan infeksi jika diperiksa ke fasilitas kesehatan.

"Tantangan-tantangan ini menyebabkan terjadinya penurunan jumlah kasus TB yang ditemukan dan diobati (pada tahun 2020). Orang yang terpajan kuman TB tidak semuanya terinfeksi, yaitu hanya sebanyak 10-30 persen yang terinfeksi. Faktor yang memengaruhi terjadinya hal tersebut diantaranya yaitu faktor usia, status imunitas, status gizi, adanya penyakit (DM, HIV), serta perilaku seperti merokok dan minum alkohol," ujar Artawan.

Lebih lanjut, dari jumlah yang terinfeksi, sebanyak 90 pesen termasuk dalam kategori TB laten dan sebanyak 10 persen sisanya merupakan kategori TB aktif.

TB aktif dapat berdampak menjadi lebih parah ataupun menuju kematian akibat beberapa faktor seperti keterlambatan diagnosis dan pengobatan, ketidakpatuhan berobat, pengobatan tidak standar, dan kondisi kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI