Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting

Liberty Jemadu

Senin, 16 Maret 2026 | 19:58 WIB
Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting
Ketua Satgas Perumahan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan pemerintah tengah mendorong pembangunan hunian yang sehat dan layak sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. [Dok Bakom RI]
baca 10 detik
  • Pembangunan 3 juta rumah sehat penting untuk menekan kasus TBC dan stunting di Indonesia demi kesejahteraan masyarakat.
  • Lingkungan hunian tidak sehat merupakan faktor utama yang menyebabkan tingginya kasus TBC dan masalah stunting.
  • Hashim Djojohadikusumo menyatakan hal ini saat Pencanangan Pembangunan Hunian di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Suara.com - Percepatan pembangunan perumahan rakyat dalam program 3 juta rumah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama untuk menekan kasus tuberkulosis (TBC) dan stunting di Indonesia.

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan pemerintah tengah mendorong pembangunan hunian yang sehat dan layak sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Isu tersebut, kata dia, juga kerap dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan.

“Ini yang saya, beberapa kali ketemu Presiden, selalu kita bicara: kita mau wujudkan Indonesia bahagia,” ujar Hashim dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Ia menilai kondisi lingkungan tempat tinggal menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas kesehatan anak. Banyak keluarga yang belum memiliki hunian layak, sehingga berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Ibu-ibu yang belum punya rumah, anak-anak yang belum punya hunian yang layak. Kita sudah tahu bahwa lingkungan yang tidak sehat menyebabkan stunting,” ucapnya.

Selain stunting, Hashim juga menyoroti tingginya angka TBC di Indonesia yang hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan serius. Menurut dia, tingginya kasus TBC tidak terlepas dari kondisi permukiman padat dan kawasan kumuh yang masih banyak ditemui di berbagai daerah.

“Kita juga sudah tahu bahwa Indonesia ini nomor dua terjelek di dunia dalam bidang kesehatan tertentu, terutama TBC,” katanya. “Itu diakibatkan apa? Diakibatkan perumahan yang berdekatan, tempat kumuh. Slums. Slums di India, slums di Indonesia. Itu menyebabkan anak-anak kita banyak mengidap TBC,” lanjutnya.

Hashim mengatakan, kondisi tersebut juga diperkuat oleh hasil program pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dimanfaatkan jutaan masyarakat. Dari program itu, kata dia, TBC menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan di tengah masyarakat, termasuk pada anak-anak.

“Saya dengar ini sudah divalidasi dan dibuktikan dengan program check-up gratis. Pemeriksaan kesehatan gratis yang sudah dinikmati oleh 72 juta rakyat kita yang selama ini tidak mampu melakukan check-up,” ungkapnya.

baca juga

Karena itu, ia menilai pembangunan perumahan sehat menjadi langkah strategis untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. “Ini mala petaka bagi bangsa Indonesia: TBC dan stunting,” tegas Hashim.

Ia menambahkan, lingkungan yang sehat akan membantu anak-anak tumbuh lebih baik dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan mereka di masa depan.

“Kita sudah tahu kenapa anak-anak kita, yang seharusnya dan sebetulnya pada intinya pintar dan cerdas, tetapi karena ada hambatan dari lingkungan, hambatan kesehatan, dan sebagainya, maka skor atau pencapaian akademis sekolah rata-rata rendah,” tuturnya.

Hashim juga mengapresiasi inisiatif Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, dalam memanfaatkan lahan untuk pembangunan perumahan yang dirancang guna menciptakan lingkungan sehat bagi masyarakat.

“Maka saya berbangga Pak Bobby punya gagasan untuk memanfaatkan lahan-lahan kita di Indonesia, menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak yang selama ini belum menikmati lingkungan sehat itu,” ujarnya.

Melalui percepatan pembangunan hunian yang layak dan sehat, pemerintah berharap angka stunting dan TBC di Indonesia dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hashim Jamin Perusahaan Afiliasi Prabowo Tak Ikut Tender Program 3 Juta Rumah

Hashim Jamin Perusahaan Afiliasi Prabowo Tak Ikut Tender Program 3 Juta Rumah

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 16:10 WIB

Proyek Rusun Murah 18 Tower di Meikarta Mulai Dibangun, Sediakan 140 Ribu Unit

Proyek Rusun Murah 18 Tower di Meikarta Mulai Dibangun, Sediakan 140 Ribu Unit

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:43 WIB

Pemerintah Mau Bangun 3 Juta Rumah Tiap Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Diklaim Bakal Meroket

Pemerintah Mau Bangun 3 Juta Rumah Tiap Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Diklaim Bakal Meroket

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:02 WIB

Hashim Ungkap Rencana Bangun Rusun Subsidi di Lahan 41 Hektare Jakarta Pusat

Hashim Ungkap Rencana Bangun Rusun Subsidi di Lahan 41 Hektare Jakarta Pusat

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 07:31 WIB

Nestle Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi, Dukung Upaya Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi, Dukung Upaya Pencegahan Stunting

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 07:44 WIB

Terkini

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Wamensos Agus Jabo Dukung Wartawan Udin Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Wamen Ekraf Dorong UMKM Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk Masuk Pasar Global

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Amran Minta Masyarakat Laporkan Beras SPHP Oplosan Lewat WhatApp

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:13 WIB

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Jas Hujan Ponco vs Setelan, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Skincare yang Paling Dibutuhkan di Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Awet Muda dan Bebas Kerutan

Skincare yang Paling Dibutuhkan di Usia 50 Tahun ke Atas, Kulit Jadi Awet Muda dan Bebas Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:10 WIB

×