Ternyata Ini Pemicu Efek Samping sesudah Mendapat Vaksin Covid-19

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 04 April 2021 | 13:22 WIB
Ternyata Ini Pemicu Efek Samping sesudah Mendapat Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Seperti obat, vaksin Covid-19 juga dapat menyebabkan efek samping seperti demam, mual, atau sakit lengan pada orang yang mendapatkannya. Ini pun terjadi pada mereka yang menerima vaksin lain.

Meski terlihat mengkhawatirkan bagi beberapa orang, para ahli mengatakan efek samping bisa menjadi tanda bahwa vaksin sedang melakukan tugasnya di dalam tubuh.

Ahli alergi, ahli imunologi dan presiden American Medical Association, Sudan R. Bailey, mengatakan efek samping berkembang karena sistem kekebalan bereaksi terhadap vaksin. Karenanya, dilansir Live Science, orang mungkin mulai mengalami demam, kelelahan, sakit kepala dan nyeri di sekitar area suntikan 12 sampai 24 jam setelah vaksinasi.

Pada vaksin Covid-19, tubuh akan diberi sinyal untuk memproduksi protein lonjakan virus corona, 'alat' yang digunakan virus untuk menginfeksi sel menusia. Kehadirannya akan memulai respons kekebalan dari tiga jenis sel, yakni makrofag, sel T dan sel B.

"Makrofag adalah yang pertama dari sel kekebalan yang mendeteksi dan menghilangkan organisme berbahaya. Sedangka sel T, bermigrasi ke wilayah tempat vaksin disuntikkan untuk mengingat protein lonjakan virus corona, persiapan jika terinfeksi kembali di lain waktu," jelas Nitin Desai, CEO dan kepala pemasaran COVID PreCheck.

Ilustrasi demam. (Shutterstock)
Ilustrasi demam. (Shutterstock)

Setelah vaksin dikenali sebagai 'benda asing', sel B akan membentuk pasukan antibodi.

Semua sel kekebalan ini menghasilkan protein peradangan yang disebut sitokin. Sitokin merupakan pembawa pesan kimiawi yang membantu mengoordinasikan respons kekebalan dan juga memicu demam, efek samping vaksin.

Suhu yang lebih tinggi membuat tubuh kurang ramah terhadap virus, dan kenaikan suhu merangsang tubuh untuk menciptakan lebih banyak sel kekebalan.

Selain demam, bahan kimia inflamasi ini juga dapat menyebabkan nyeri otot, kelelahan, sakit kepala, dan gejala lainnya.

"Tetapi produksi sitokin mengalami penurunan dalam waktu 24 hingga 48 jam. Itulah sebabnya sebagian besar efek samping hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu tersebut," sambung Desai.

Namun, tidak mengalami efek samping setelah vaksinasi bukan berarti tubuh tidak memicu respons kekebalan atau vaksin tidak bekerja.

"Setiap orang berbeda dalam cara mereka memproses vaksin. Tetapi studi klinis menunjukkan 90% hingga 95% pasien memiliki respons yang bagus terhadap vaksin, terlepas dari apakah mereka memiliki efek samping atau tidak," tandas Bailey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Panik, Yuk Kenali 9 Efek Samping Vaksin Covid-19 Berikut

Jangan Panik, Yuk Kenali 9 Efek Samping Vaksin Covid-19 Berikut

Health | Jum'at, 02 April 2021 | 16:53 WIB

Selain Menyehatkan, Makan 5 Sayuran Ini Bisa Sebabkan Efek Samping!

Selain Menyehatkan, Makan 5 Sayuran Ini Bisa Sebabkan Efek Samping!

Health | Kamis, 01 April 2021 | 15:58 WIB

Duh, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Picu Efek Samping Ratusan Orang di Sulut

Duh, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Picu Efek Samping Ratusan Orang di Sulut

Health | Selasa, 30 Maret 2021 | 19:54 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB