Studi: Mantan Pasien Covid-19 Alami Masalah Psikologis dan Neurologis

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 07 April 2021 | 14:08 WIB
Studi: Mantan Pasien Covid-19 Alami Masalah Psikologis dan Neurologis
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Orang yang selamat dari infeksi Covid-19 memiliki peningkatan risiko mengembangkan kesehatan mental dan kondisi neurologis. Kondisi ini bisa terjadi dalam enam bulan setelah diagnosis awal.

Melansir dari Independent, para peneliti di Universitas Oxford melihat catatan kesehatan TriNetX elektronik 2020 lebih dari 230.000 pasien Covid-19. Studi mereka telah diterbitkan dalam jurnal The Lancet Psychiatry.

Penelitian tersebut memperkirakan bahwa satu dari tiga penyintas Covid-19 (34 persen) didiagnosis dengan kondisi neurologis atau psikologis dalam waktu enam bulan setelah terinfeksi. 13 persen peserta baru mengalami masalah neurologis atau psikologis pertama kali usai Covid-19.

Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa kondisi seperti neurologis dan psikologis meningkat seiring dengan parahnya kasus virus corona. Masalah neurologis atau psikiatris terjadi pada 39 persen dari mereka yang dirawat di rumah sakit, 46 persen dari mereka yang dalam perawatan intensif, dan 62 persen pada mereka yang menderita ensefalopati (delirium dan perubahan kondisi mental lainnya) selama infeksi Covid-19 mereka.

"Ini adalah data dunia nyata dari sejumlah besar pasien. Mereka mengkonfirmasi tingginya tingkat diagnosis kejiwaan setelah Covid-19, dan menunjukkan bahwa gangguan serius yang mempengaruhi sistem saraf (seperti stroke dan demensia) juga terjadi," ujar Paul Harrison, profesor psikiatri di Universitas Oxford dan penulis utama studi tersebut.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Untuk studi observasi peer-review, para peneliti melihat kejadian 14 gangguan neurologis dan kesehatan mental di antara 236.379 pasien berusia di atas 10 tahun yang terinfeksi Covid-19.

Dalam kelompok Covid-19, peneliti menemukan gangguan kecemasan terjadi di antara 17 persen dari semua pasien, sementara 14 persen mengembangkan gangguan suasana hati, 7 persen mengalami gangguan penyalahgunaan zat, dan 5 persen insomnia.

Sementara itu, kejadian kondisi neurologis tampak lebih rendah dengan 0,6 persen mengalami pendarahan otak, 2,1 persen stroke iskemik, dan 0,7 persen demensia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Sepertiga Pasien Covid-19 Alami Masalah Gangguan Mental

Duh, Sepertiga Pasien Covid-19 Alami Masalah Gangguan Mental

Health | Rabu, 07 April 2021 | 13:06 WIB

Waspadai Pembekuan Darah, Inggris Bakal Larang Vaksin AstraZeneca?

Waspadai Pembekuan Darah, Inggris Bakal Larang Vaksin AstraZeneca?

Health | Rabu, 07 April 2021 | 01:05 WIB

Tinggal 1.442, RSD Wisma Atlet Makin Berkurang Dihuni Pasien Covid-19

Tinggal 1.442, RSD Wisma Atlet Makin Berkurang Dihuni Pasien Covid-19

News | Selasa, 06 April 2021 | 11:50 WIB

Terkini

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB