Duh, Sepertiga Pasien Covid-19 Alami Masalah Gangguan Mental

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 07 April 2021 | 13:06 WIB
Duh, Sepertiga Pasien Covid-19 Alami Masalah Gangguan Mental
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Sepertiga dari pasien Covid-19, ditemukan menderita masalah kejiwaan atau otak dalam enam bulan setelah diagnosis virus corona mereka.

Demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan baru-baru ini. Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis catatan kesehatan 236.379 pasien Covid-19, sebagian besar dari Amerika Serikat.

Mereka menemukan bahwa 34 persen telah didiagnosis dengan gangguan neurologis atau kejiwaan enam bulan kemudian.

Sekitar satu dari delapan pasien, atau 12,8 persen, didiagnosis untuk pertama kalinya dengan penyakit semacam itu, studi tersebut menunjukkan.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Kecemasan, 17 persen, dan depresi atau gangguan mood, 14 persen, adalah diagnosis yang paling umum, menurut penelitian.

Kasus stroke, demensia, dan gangguan neurologis lain pasca-Covid-19 lebih jarang terjadi, tetapi masih signifikan - terutama pada orang yang pernah sakit parah akibat virus tersebut, kata para ilmuwan.

Di antara mereka yang dirawat intensif karena virus corona, 7 persen mengalami stroke dalam enam bulan. Hampir 2 persen didiagnosis dengan demensia, studi tersebut menemukan.

Gangguan tersebut secara signifikan lebih sering terjadi pada pasien Covid-19, dibandingkan pada kelompok pembanding orang yang sembuh dari flu atau infeksi saluran pernapasan lainnya dalam periode waktu yang sama.

Dokter Neil Hecht dan istrinya Mindy Cross dirawat pada 3 Januari 2021, mereka akan pulih di rumah setelah berjuang melawan Covid-19 selama dua belas hari di Providence Cedars-Sinai Tarzana Medical Center, di Tarzana, California.

baca juga

"Hasil kami menunjukkan bahwa penyakit otak dan gangguan kejiwaan lebih umum terjadi setelah Covid-19 daripada setelah flu atau infeksi saluran pernapasan lainnya," kata Max Taquet, seorang psikiater di Universitas Oxford Inggris, yang ikut memimpin penelitian tersebut.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry tersebut tidak dapat menentukan bagaimana virus terkait dengan kondisi kejiwaan, kata Taquet - menambahkan bahwa penelitian mendesak diperlukan untuk mengidentifikasi mekanisme yang terlibat.

Para peneliti juga menyarankan bahwa pandemi dapat membawa gelombang masalah mental dan neurologis.

"Meskipun risiko individu untuk sebagian besar gangguan kecil, efeknya di seluruh populasi mungkin besar," kata Paul Harrison, seorang profesor psikiatri Oxford yang ikut memimpin penelitian tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tinjau Vaksinasi Drive Thru di Medan, Begini Kata Panglima TNI

Tinjau Vaksinasi Drive Thru di Medan, Begini Kata Panglima TNI

Sumut | Rabu, 07 April 2021 | 13:05 WIB

Diduga Sebabkan Stroke, Uji Coba Vaksin AstraZeneca Pada Anak Dihentikan

Diduga Sebabkan Stroke, Uji Coba Vaksin AstraZeneca Pada Anak Dihentikan

Health | Rabu, 07 April 2021 | 12:40 WIB

Paling Banyak Diderita secara Global, Kenali Lebih Dekat Apa Itu Depresi

Paling Banyak Diderita secara Global, Kenali Lebih Dekat Apa Itu Depresi

Health | Rabu, 07 April 2021 | 12:48 WIB

Terkini

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×