alexametrics

Pelecehan di Tempat Kerja Masih Marak, Dampaknya Tidak Hanya Mental Saja!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Pelecehan di Tempat Kerja Masih Marak, Dampaknya Tidak Hanya Mental Saja!
Ilustrasi pelecehan seksual (Suara.com/Ema Rohimah)

Korban pelecehan seksual dapat merasakan rasa sakit fisik selain sakit mental.

Suara.com - Hingga kini, sexual harassment atau pelecehan seksual di lingkungan kerja masih sering terjadi. Seperti yang dialami oleh seorang warganet bernama Nurul.

Dalam cuitannya yang viral pada Kamis (25/3/2021) lalu, perempuan ini menceritakan kisahnya yang mendapat perlakuan tidak pantas dari rekan kerjanya sendiri.

"Worst case adalah ketika suatu hari diceritain sama salah satu rekan ternyata kemarin ada kumpul di satu meja gitu cuma buat ngomongin gaya seks yang cewek suka itu apa, lalu ngambil contoh imajinasinya ya having sex with me. Semua orang disuruh guessing gaya favorite gue apa. Disgusting," tulis pemilik akun @sitsnoe tersebut.

Padahal, pelecehan seksual akan berdampak besar pada korbannya. Tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan mental, tetapi juga dampak fisik.

Baca Juga: Dear Ibu, Ini 7 Tips Menjaga Kesehatan Mental Saat WFH

Psikolog klinis Colleen Cullen mencatat diagnosis paling umum pada korban pelecehan seksual adalah depresi, kecemasan, dan bahkan, gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Ilustrasi pelecehan seksual (pixabay/Gerd Altmann)
Ilustrasi pelecehan seksual (pixabay/Gerd Altmann)

"Pengalaman (dengan pelecehan seksual) dapat memicu gejala depresi dan kecemasan yang baru bagi orang tersebut, atau dapat memperburuk kondisi sebelumnya yang mungkin telah dikendalikan atau diatasi," kata Cullen, dilansir NBC News.

Bahkan, beberapa penelitian menemukan bahwa pelecehan seksual di awal karir seseorang dapat menyebabkan gejala depresi jangka panjang.

Di sisi lain, korban pelecehan seksual dapat mengalami sakit fisik. "Kami menyebutnya (gangguan) somatisasi, yakni ketika kesehatan mental menjadi begitu luar biasa sehingga seseorang tidak dapat memprosesnya sampai-sampai mengatakan 'Saya telah mengalami trauma' atau 'Saya tertekan'," jelas psikolog Nekeshia Hammond.

"Intinya, ini semacam penyangkalan yang bila dialami dalam waktu lama bisa berubah menjadi gejala fisik," lanjutnya.

Baca Juga: Duh, Sepertiga Pasien Covid-19 Alami Masalah Gangguan Mental

Ilustrasi pelecehan seksual (Pixabay).
Ilustrasi pelecehan seksual (Pixabay).

Gejala fisik ini dapat berupa nyeri otot, sakit kepala, atau bahkan masalah kesehatan fisik kronis, seperti tekanan darah tinggi dan masalah gula darah.

Komentar