Cepat Berobat, Ini 6 Tanda Kamu Butuh Psikiater

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Rabu, 07 April 2021 | 17:44 WIB
Cepat Berobat, Ini 6 Tanda Kamu Butuh Psikiater
Ilustrasi stres, depresi [shutterstock]

Suara.com - Isu kesehatan mental merupakan hal yang penting. Itu dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti stres, depresi hingga keinginan untuk bunuh diri maupun menyakiti diri sendiri (self injury).

Jika masalah mental tidak ditangani dengan cepat dan tepat, dapat menyebabkan risiko masalah kesehatan jiwa lainnya. Untuk itu kamu perlu mengenali tanda-tanda masalah kesehatan mental di mana kamu membutuhkan bantuan psikater, seperti yang dikutip dari Healthshots berikut ini.

1. Rasa lelah yang berlebihan
Rasa lelah bukan sebuah masalah, dan itu normal dirasakan setiap waktu. Tapi perlu diingat, rasa lelah berlebihan bisa mengakibatkan depresi. Jika kamu merasakan ini, maka perlu ke psikiater untuk mengambil tindakan segera.

2. Emosi yang terus menerus
Emosi juga hal yang normal, tapi perlu diingat jika emosi datang terus-menerus dan berlebihan bisa memengaruhi kesehatan mental ke depan. Bahkan bisa terjadinya perbuatan kejam.

Ilustrasi

3. Perasaan takut di situasi tertentu
Istilah ini disebut dengan agoraphobia, yakni perasaan takut di situasi tertentu. Perasaan takut ini bisa mengakibatkan seseorang menyakiti dirinya sendiri. Karena itu, coba cari bantuan psikiater jika kamu mengalami tanda yang satu ini.

4. Hilangnya ketertarikan minat
Jika kamu mengalami kehilangan minat untuk beraktivitas sehari-hari, perlu ambil tindakan ke psikiater sekarang juga. Hal ini bisa berdampak pada gejala mental lainnya yakni depresi dan juga kecemasan.

5. Putus asa
Kamu bisa saja kehilangan motivasi dari waktu ke waktu. Karena itu, putus asa terjadi pada orang yang tidak percaya sama masa depannya sendiri. Kondisi ini bisa membahayakanmu, dan perlu segera ambil tindakan. Jika tidak, maka masalah depresi risikonya.

6. Menarik diri
Menarik diri dari lingkungan sosial tentu bukan hal yang salah, apalagi kamu butuh waktu sendiri untuk menikmati hidup. Jika terlalu sering menarik diri dari lingkungan, tentu akan membahayakan. Risikonya, kamu bisa saja takut untuk bertemu dengan orang lain.

Bagaimana cara menyiapkan diri ke psikiater?
Mungkin tidak mudah untuk terbuka dengan orang lain, apalagi pada orang asing. Tapi, psikolog yang profesional tentu akan membantumu untuk merasa lebih baik, juga membimbingmu untuk membuat perubahan dalam hidup.

Tidak perlu malu dan takut, karena psikiater akan menerima dan memberi solusi. Selain itu, kamu perlu terbuka tentang masalah juga beban yang kamu rasakan sehari-hari. Karena itu, psikiater akan membantumu untuk menjadi diri sendiri dan belajar terima kenyataan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelecehan di Tempat Kerja Masih Marak, Dampaknya Tidak Hanya Mental Saja!

Pelecehan di Tempat Kerja Masih Marak, Dampaknya Tidak Hanya Mental Saja!

Health | Rabu, 07 April 2021 | 17:35 WIB

Dear Ibu, Ini 7 Tips Menjaga Kesehatan Mental Saat WFH

Dear Ibu, Ini 7 Tips Menjaga Kesehatan Mental Saat WFH

Health | Rabu, 07 April 2021 | 14:23 WIB

Wamen LHK Sebut Konsep Forest Healing Berikan Kontribusi Bagi Kesehatan

Wamen LHK Sebut Konsep Forest Healing Berikan Kontribusi Bagi Kesehatan

News | Rabu, 07 April 2021 | 07:10 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB