Waduh, Obat Cacing buat Kuda Digunakan untuk Mengobati Covid-19

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 09 April 2021 | 11:01 WIB
Waduh, Obat Cacing buat Kuda Digunakan untuk Mengobati Covid-19
Ilustrasi obat cacing. (Pixabay)

Suara.com - Pandemi Covid-19 sudah berlangsung lebih dari setahun, tapi masih saja ada orang yeng menggunakan sembarangan obat untuk mengobati Covid-19, termasuk di antaranya obat anti-parasit, seperti obat cacing buat kuda.

Belum ada bukti kuat jika obat cacing ivermectin efektif untuk Covid-19, namun menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat, yakni FDA, yang menyebut bahwa obat ini digunakan untuk mengobati cacingan pada manusia, dan versi oles kerap digunakan untuk menghilangkan kutu rambut.

Penggunaan ivermictin untuk Covid-19 terjadi karena adanya informasi yang salah tentang obat tersebut. Pada tahun lalu, para peneliti Australia menemukan jika obat tersebut dalam dosis besar menunjukkan kemampuan melawan virus corona di cawan laboratorium.

Sayangnya, penelitian ini tidak melakukan pengujian langsung pada manusia. Jika pun sudah ada, hasilnya tidak jelas atau efeknya beragam dan berbeda pada setiap orang.

Sehingga Infectious Disease Society of America merekomendasikan agar ivermectin tidak digunakan untuk Covid-19 di luar uji klinis.

Bahkan yang parahnya, beberapa orang menggunakan obat tersebut untuk dosis yang seharusnya diberikan pada hewan, yaitu kuda, karena dosis yang diberikan pada manusia sangat sulit diakses.

FDA sendiri sudah menerima banyak laporan terkait orang yang dirawat di RS setelah mengonsumsi obat ivermectin yang dosisnya diperuntukkan bagi kuda.

Dosis untuk hewan tapi dikonsumsi manusia, efeknya bisa sangat berbahaya, seperti beracun hingga overdosis, yang menyebabkan mual, muntah, tekanan darah rendah, reaksi alergi, koma, bahkan kematian. Duh, jangan ditiru ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korea Selatan Kembangkan Obat Covid-19 Berbahan Dasar Camostat, Apa Itu?

Korea Selatan Kembangkan Obat Covid-19 Berbahan Dasar Camostat, Apa Itu?

Health | Kamis, 01 April 2021 | 19:19 WIB

Rusia Klaim Indonesia Registrasi Obat Covid-19 Buatannya, 4 Hari Sembuh

Rusia Klaim Indonesia Registrasi Obat Covid-19 Buatannya, 4 Hari Sembuh

News | Kamis, 25 Maret 2021 | 14:40 WIB

Ada di Al Quran, Jahe dan Jinten Hitam Berpotensi Jadi Obat Covid-19?

Ada di Al Quran, Jahe dan Jinten Hitam Berpotensi Jadi Obat Covid-19?

Health | Jum'at, 12 Maret 2021 | 21:50 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB