Penelitian Baru, Semprotan Hidung Ampuh Bunuh Virus Corona hingga 99 Persen

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 13 April 2021 | 14:11 WIB
Penelitian Baru, Semprotan Hidung Ampuh Bunuh Virus Corona hingga 99 Persen
Ilustrasi virus corona Covid-19, hidung (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Penelitian menunjukkan bahwa semprotan hidung bisa membunuh virus corona Covid-19 hingga 99,99 persen. Alat semprot hidung ini pun diyakini bisa mencegah penularan virus corona Covid-19.

Pada pasien virus corona Covid-19, alat semprot hidung ini bisa mempersingkat lamanya mereka sakit dan mengurangi tingkat keparahan gejala virus corona.

Alat semprot hidung ini dikembangkan oleh perusahaan Kanada SaNOtize, yang digunakan membunuh serangga di saluran udara bagian atas. Alat ini digunakan untuk mencegah serangga masuk ke paru-paru, tindakan inkubasi, tes laboratorium di Amerika Serikat dan Inggris.

Pasien yang diobati dengan alat semprotan hidung akan mengalami penurunan log virus corona rata-rata 1,362 dalam 24 jam pertama, yang menunjukkan penurunan sekitar 95 persen virus corona.

Bahkan, alat semprot hidung bisa menurunkan risiko penularan virus corona Covid-19 dari pasien sebesar 99 persen dalam 72 jam.

Ilustrasi hidung. (Shutterstock)
Ilustrasi hidung. (Shutterstock)

"Saya berharap ini menjadi kemajuan besar dalam melawan pandemi virus corona Covid-19," kata Dr Stephen Winchester, kepala penyelidik pengadilan Inggris dikutip dari The Sun.

Sebelumnya dilansir dari Sky News, sebuah perusahaan bioteknologi yang terdiri dari para ilmuwan di Universitas Brsitol memberikan tawaran untuk uji coba klinis perawatan semprotan hidung bagi pasien virus corona.

Menurut penelitian mereka, alat semprot hidung ini bisa mengubah bentuk protein lonjakan virus corona Covid-19 memasuki sel manusia. Bahkan perawatan ini bisa digunakan untuk mengatasi semua varian virus corona, termasuk varian Inggris, Afrika Selatan dan Brasil.

Penelitian para ilmuwan menemukan bahwa mengekspos virus corona ke asam lemak bebas yang disebut asam linoleate secara efektif, membuat protein lonjakan terkunci ke dalam bentuk non-infeksi.

Asam linoleate secara alami ada di dalam tubuh, tetapi tidak diproduksi secara internal, melainkan diserap melalui makanan kita.

Melalui jurnal Science Magazine, tim menemukan bahwa asam lemak mampu menekan replikasi virus bila tindakan semprotan hidung ini dilengkapi dengan pemberia obat remdesivir.

Perusahaan sekarang bertujuan untuk menjalankan beberapa uji klinis Paralel Tahap II untuk menguji perawatan ini, termasuk semprotan hidung dan inhaler jenis asma.

Uji klinis ini bertujuan mengidentifikasi alat semprot hidung itu aman digunakan atau tidak dan seberapa baik cara kerjanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prancis dan Kanada Larang Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Bawah 55 Tahun

Prancis dan Kanada Larang Vaksin AstraZeneca untuk Usia di Bawah 55 Tahun

Health | Sabtu, 10 April 2021 | 13:14 WIB

Peneliti: Gabungan Obat Antijamur dan Antidepresan Bisa Lawan Virus Corona

Peneliti: Gabungan Obat Antijamur dan Antidepresan Bisa Lawan Virus Corona

Health | Sabtu, 10 April 2021 | 12:40 WIB

Ahli Khawatir Varian Baru Virus Corona Nigeria Lebih Mematikan

Ahli Khawatir Varian Baru Virus Corona Nigeria Lebih Mematikan

Health | Jum'at, 09 April 2021 | 13:13 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB