Awas! Masjid Jadi Tempat Berisiko Penularan Covid-19 Saat Ramadhan

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 13 April 2021 | 18:34 WIB
Awas! Masjid Jadi Tempat Berisiko Penularan Covid-19 Saat Ramadhan
Warga melaksanakan ibadah shalat tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Saat Ramadhan masjid cenderung lebih penuh dan lebih padat aktivitas dari pada biasanya. Itulah kenapa menurut Epidemiolog Universitas Hasanuddin Ansariadi, S.K.M., M.Sc.PH., Ph.D mesjid jadi tempat berisiko tempat penularan Covid-19.

Ini terjadi karena di masjid berpotensi terjadinya banyak kerumunan, dari mulai kajian, shalat tarawih hingga buka puasa bersama.

"Kalau buka puasa bersama pasti ada interaksi yang cukup besar, karena orang pasti akan membuka masker, kemudian terjadi bincang-bincang, yang  mungkin lebih dari waktu 15 menit," ujar Ansari dalam acara webinar HMI beberapa waktu lalu.

Warga melaksanakan ibadah shalat tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga melaksanakan ibadah shalat tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Lebih lanjut, risiko penularan Covid-19 yang bisa menjadikan masjid sebagai risiko penularan tinggi, apabila ada orang yang positif Covid-19 tanpa gejala (asimtomatik) atau yang bergejala ringan datang ke masjid tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker face shield dan sebagainya.

Risiko itu kemudian ditambah orang yang berkomunikasi dengan orang positif Covid-19 tersebut, sama-sama tidak menggunakan masker. Selanjutnya komunikasi dilakukan lebih dari 15 menit, sehingga kemungkinan besar tertular.

"Oleh karena itu, kalau kita datang ke mesjid, rapat, berdiskusi lebih dari sekitar 15 menit tanpa menggunakan masker, itu yang besar risikonya," papar Ansari.

Melihat dari pengamatan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya, jumlah jamaah di masjid saat 2 minggu terakhir bulan Ramadhan akan cenderung berkurang. Tidak seperti pada 2 minggu pertama, jumlah jamaah yang shalat tarawih cenderung lebih padat dan lebih banyak.

"Jumlah jamaah di 2 minggu ke belakang semakin berkurang. Sehingga risikonya itu kemungkinan ada pada 2 minggu pertama, karena jamaah di masjid itu cukup penuh," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terminal Giwangan Bakal Cek Surat Bebas Covid-19, Masih Tunggu Juknis

Terminal Giwangan Bakal Cek Surat Bebas Covid-19, Masih Tunggu Juknis

Jogja | Selasa, 13 April 2021 | 18:19 WIB

Pemkab Garut Ubah Apel Jadi Tausiah selama Ramadhan

Pemkab Garut Ubah Apel Jadi Tausiah selama Ramadhan

Jabar | Selasa, 13 April 2021 | 18:18 WIB

Jadwal Imsakiyah Medan Rabu 14 April 2021

Jadwal Imsakiyah Medan Rabu 14 April 2021

Sumut | Selasa, 13 April 2021 | 18:20 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB