Kepala Eijkman: Vaksin Berbasis Sel Dendritik Tidak Bisa Digunakan Massal

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 14 April 2021 | 17:09 WIB
Kepala Eijkman: Vaksin Berbasis Sel Dendritik Tidak Bisa Digunakan Massal
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Baru-baru ini vaksin nusantara kembali menjadi sorotan. Hal ini lantaran sejumlah tokoh publik dan anggota DPR juga ikut jadi relawan uji klinis vaksin tersebut.

Seperti diketahui, bahwa vaksin nusantara sendiri merupakan berbasis sel dendritik. Dalam webinar Swiss German University, Rabu, (14/4/2021), Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Dr. Amin, penggunaan vaksin berbasis sel dendritik banyak digunakan untuk para penderita kanker.

"Vaksin ini diambil dari tubuhnya orang yang bersangkutan lalu diproses, diload dengan antigen dan disuntikan kembali dengan org yg sama. Vaksin ini harus disuntikan pad org yg sama," ujar Amin.

Ia mengatakan bahwa jika digunakan untuk orang lain akan menimbilkan reaksi graft versus host disease atau kondisi yang terjadi ketika sumsum tulang atau sel batang donor menyerang penerima.

Prof. dr. Amin Soebandrio, PhD, SpMK(K), Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, bicara tentang virus Corona Covid-19. (Suara.com/Frieda Isyana)
Prof. dr. Amin Soebandrio, PhD, SpMK(K), Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, bicara tentang virus Corona Covid-19. (Suara.com/Frieda Isyana)

Sehingga jika dimasukkan ke dalam tubuh orang lain akan terjadi penolakan. Oleh sebab itu ia mengatakan bahwa vaksin berbasis sel dendritik sifatnya ini sangat individual.

"Mungkin bsia bangkitkan respos imun tapi tidak untuk dipakai secara massal," ujar Amin.

Sehingga vaksin tersebut tidak tepat dimanfaatkan di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Sebelumnya Amin juga mengatakan bahwa vaksin yang ideal ialah yang memiliki beberapa unsur, yakni aman, efektif, stabil, murah, dan tidak menimbulkan komplikasi.

Dalam pemaparanya Prof. Dr. Amin Soebandrio mengatakan bahwa kehadiran vaksin merupakan hal yang penting karena memiliki banyak manfaat, yaitu melindungi orang yang divaksin, mengurangi mortalitas; mencegah kematian, mencegah manusia menjadi sumber penyebaran virus.

Vaksinasi pada akhirnya diharapkan dapat memotong penyebaran penyakit COVID-19. Prof. Amin Soebandrio juga dalam kuliahnya memaparkan berbagai jenis vaksin yang diproduksi di seluruh dunia termasuk ditemukannya varian-varian virus baru baik di luar negeri maupun di Indonesia.

baca juga

Maka dari itu, penerapan protokol Kesehatan akan sangat relevan bukan saja bagi mereka yang belum divaksinasi, tetapi juga bagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Tak Ingin Vaksin Nusantara Dianggap Asal-asalan, Ini Alasannya

Peneliti Tak Ingin Vaksin Nusantara Dianggap Asal-asalan, Ini Alasannya

Health | Rabu, 14 April 2021 | 17:08 WIB

Penggunaan Vaksin Nusantara, Satgas: Itu Kewenangan BPOM

Penggunaan Vaksin Nusantara, Satgas: Itu Kewenangan BPOM

News | Rabu, 14 April 2021 | 17:00 WIB

Update 14 April: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 5.656, Jadi 1.583.182

Update 14 April: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 5.656, Jadi 1.583.182

News | Rabu, 14 April 2021 | 16:45 WIB

Terkini

BRI Gelar Pemberdayaan UMKM Bersama Aksi Sosial Peduli NTT

BRI Gelar Pemberdayaan UMKM Bersama Aksi Sosial Peduli NTT

Bri | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:08 WIB

DPR Tetapkan Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Pertama

DPR Tetapkan Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Pertama

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Championship 2026/2027 Resmi Dimulai, PSIS Semarang vs PSPS Pekanbaru Jadi Laga Pembuka

Championship 2026/2027 Resmi Dimulai, PSIS Semarang vs PSPS Pekanbaru Jadi Laga Pembuka

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Banyak Sosok yang Masih Rangkap Jabatan di Jajaran Manajemen DSI

Banyak Sosok yang Masih Rangkap Jabatan di Jajaran Manajemen DSI

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Geledah Rumah Hingga Kantor Rektorat Unsoed, Penyidik Temukan SE KPK Tahun 2023

Geledah Rumah Hingga Kantor Rektorat Unsoed, Penyidik Temukan SE KPK Tahun 2023

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Ragamuda 2026: Parade Budaya dan Unjuk Bakat Pelajar Lintas Daerah Getarkan Jantung Jakarta

Ragamuda 2026: Parade Budaya dan Unjuk Bakat Pelajar Lintas Daerah Getarkan Jantung Jakarta

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Herman Deru Klaim Karhutla Sumsel Menurun, Tapi Kabut Asap Masih Bertahan di Palembang

Herman Deru Klaim Karhutla Sumsel Menurun, Tapi Kabut Asap Masih Bertahan di Palembang

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:59 WIB

Inovasi Integritas Antarkan Kampung Doyo Baru Masuk Jajaran Desa BRILiaN Unggulan

Inovasi Integritas Antarkan Kampung Doyo Baru Masuk Jajaran Desa BRILiaN Unggulan

Bri | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Rekening Aktivis Diblokir, Bentuk Pola RepresiBaru Gerakan Rakyat

Rekening Aktivis Diblokir, Bentuk Pola RepresiBaru Gerakan Rakyat

Jogja | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

Pengangguran Tinggi di Papua Picu Gerakan Sipil dan Instabilitas

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:50 WIB

×