Dear Anggota DPR, Ini Syarat Jadi Relawan Uji Klinis Meski Sudah Divaksin

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 14 April 2021 | 17:15 WIB
Dear Anggota DPR, Ini Syarat Jadi Relawan Uji Klinis Meski Sudah Divaksin
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Kegiatan sejumlah anggota DPR yang menjadi relawan dalam uji klinis vaksin Nusantara jadi sorotan. Pasalnya, para anggota DPR tersebut sebelumnya telah disuntik vaksin Covid-19 dari Sinovac dalam program vaksinasi pemerintah.

Terlebih hasil uji klinis fase 1 dan 2 dari Vaksin Nusantara juga belum mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Padahal ada syarat tertentu jika seseorang menjadi relawan dalam penelitian pembuatan vaksin. Ahli Patologi klinis dr. Tonang Dwi Ardyanto menjelaskan bahwa seseorang yang sudah pernah disuntik vaksin Covid harus menunggu beberapa bulan hingga antibodinya menurun, baru bisa kemungkinan menjadi relawan uji klinis vaksin lain.

"Kalau ada orang sudah dapat vaksin selesaikan dulu pemberian pertama sampai dua kali. Setelah itu dalam beberapa waktu, misalnya tahun depan, ada uji klinik vaksin lain, monggo. Tapi sekarang selesaikan dulu yang sekarang. Dua suntikan dulu lengkap, setelah itu beberapa bulan kemudian atau mungkin tahun depan kita dapat suntikan lain, silakan," jelas dokter Tonang saat dihubungi suara.com, Rabu (14/4/2021).

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Elements Envato)

Namun lantaran belum ada penelitiannya, dokter Tonang belum bisa memastikan berapa lama jeda pasca suntikan vaksin kedua hingga seseorang bisa menjadi relawan uji klinis. 

"Itu yang kita belum bisa ngomong, karena ini penyakit baru. Kalau misalnya kita enggak punya ukuran kapan bisa coba lagi, ya saat antibodinya turun. Itu ada angkanya. Untuk yang vaksin (Covid) ini kita belum tahu karena belum ada datanya," ucapnya. 

Jeda waktu tersebut perlu diperhatikan, sebab jika orang yang baru menerima vaksin Covid-19 kemudian menjadi relawan uji klinis vaksin merek lain bisa berakibat bias pada pengukuran antibodi. Sebab orang tersebut sebelum menjadi relawan tentu sudah terbentuk antibodinya dari suntikan vaksin sebelumnya.

"Hitung antibodinya dapat dari yang mana, (vaksinasi) yang dulu atau sekarang, itu nanti jadi enggak jelas. Karena yang mau kita uji ini adalah kandidat vaksin ini mampu menghasilkan antibodi atau tidak. Kalau antibodinya sudah ada, ya logikanya enggak masuk. Apakah betul berefek atau tidak kita tidak tahu," jelasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Kalbar: Semua Daerah Zona Kuning

Update Covid-19 Kalbar: Semua Daerah Zona Kuning

Kalbar | Rabu, 14 April 2021 | 16:21 WIB

Berikut Ini Alasan Anggota DPR Mau Vaksinasi Pakai Vaksin Nusantara

Berikut Ini Alasan Anggota DPR Mau Vaksinasi Pakai Vaksin Nusantara

News | Rabu, 14 April 2021 | 15:22 WIB

Pentingnya Vaksinasi, Muslim AS Lawan Teori Konspirasi Seputar Vaksin

Pentingnya Vaksinasi, Muslim AS Lawan Teori Konspirasi Seputar Vaksin

Video | Rabu, 14 April 2021 | 15:30 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×