Penderita Diabetes Tipe 2 Harus Waspada dengan Komplikasi DKA, Apa Itu?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Kamis, 15 April 2021 | 19:28 WIB
Penderita Diabetes Tipe 2 Harus Waspada dengan Komplikasi DKA, Apa Itu?
Ilustrasi diabetes (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit kronis diabetes tipe 2 harus dikontrol agar tubuh tidak mengalami komplikasi penyakit tersebut. Cara manajemen kondisi ini utamanya terdiri dari mengatur kadar gula darah.

Biasanya, pankreas mengeluarkan hormon insulin untuk mengatur gula darah. Pada penderita diabetes tipe 2, suplai hormon ini langka sehingga kadar gula darah mudah naik.

Apabila kadar gula darah meningkat secara konsisten, maka dapat menyebabkan komplikasi. Salah satunya ketoasidosis diabetikum (DKA).

DKA merupakan masalah serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes jika tubuh mereka mulai kehabisan insulin. Ini terjadi ketika kadar gula darah atau glukosa terus-menerus tinggi.

Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]
Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]

Menurut Royal College of Nursing (RCNi), dilansir Express, tanda dan gejala DKA meliputi:

  • Merasa lesu yang berkembang menjadi kelelahan ekstrim.
  • Rasa haus yang ekstrim, meski asupan cairan banyak.
  • Buang air kecil terus menerus (mungkin termasuk mengompol).
  • Penurunan berat badan yang ekstrim.
  • Sariawan mulut atau infeksi jamur yang tidak dapat diatasi.
  • Pemborosan otot.
  • Muntah, ini adalah tanda ketika DKA mengancam nyawa dan perawatan medis harus dilakukan.

Badan kesehatan menjelaskan Inggris NHA menjelaskan DKA adalah keadaan darurat dan perlu segera dirawat di rumah sakit.

"Cari bantuan medis segera jika Anda merasa menderita DKA, terutama jika memiliki tingkat keton yang tinggi dalam darah atau urin Anda," tulis NHS.

Salah satu pengobatan utama untuk diabetes tipe 2 dan komplikasi yang terkait adalah menurunkan kadar gula darah tinggi dengan melakukan gaya hidup sehat, seperti olahraga dan mengatur pola makan.

Secara teknis tidak ada yang tidak bisa Anda makan jika menderita diabetes tipe 2, tetapi Anda harus membatasi makanan tertentu.

baca juga

Asupan yang perlu diperhatikan adalah makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi, yaitu yang memiliki tingkat indeks glikemik (GI) tinggi. Misalnya, gula dan makanan atau minuman manis, roti tawar putih, kentang, serta nasi putih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerap Terkait, Apa Hubungan Masalah Tiroid dengan Diabetes?

Kerap Terkait, Apa Hubungan Masalah Tiroid dengan Diabetes?

Health | Kamis, 15 April 2021 | 13:10 WIB

Manfaat Kurma untuk Kesehatan, Cegah Diabetes hingga Anemia

Manfaat Kurma untuk Kesehatan, Cegah Diabetes hingga Anemia

Lifestyle | Kamis, 15 April 2021 | 07:54 WIB

Tips Puasa Aman bagi Penderita Diabetes

Tips Puasa Aman bagi Penderita Diabetes

Lampung | Rabu, 14 April 2021 | 07:20 WIB

Terkini

Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV

Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:37 WIB

Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele

Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:21 WIB

5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal

5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai

Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai

Otomotif | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan

Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Alasan Wadirut GOTO Catherine Sutjahyo Mundur

Alasan Wadirut GOTO Catherine Sutjahyo Mundur

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:02 WIB

×