Peneliti Oxford Mencari Penyintas Covid-19 untuk Jadi Relawan Penelitian

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 20 April 2021 | 14:31 WIB
Peneliti Oxford Mencari Penyintas Covid-19 untuk Jadi Relawan Penelitian
Ilustrasi penelitian. (Shutterstock)

Suara.com - Para peneliti dari Universitas Oxford, Inggris, sedang mencari penyintas Covid-19 yang mau menjadi sukarelawan untuk diikutkan dalam sebuah studi tantangan. Para peserta nantinya akan dipaparkan ke virus corona.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami respons kekebalan apa yang diperlukan untuk melindungi dari infeksi ulang Covid-19.

"Jika kami dapat memahami seperti apa tanggapan kekebalan yang diperlukan untuk perlindungan terhadap infeksi ulang, kami akan bisa mengetahui apakah pasien Covid-19 dapat terlindungi dari reinfeksi atau tidak," kata kepala peneliti studi Helen McShane, profesor vaksinologi di Universitas Oxford.

Dalam studi ini, peneliti merekrut penyintas Covid-19 yang sudah sehat berusia 18 hingga 30 tahun. Mereka setidaknya terinfeksi tiga bulan sebelum mendaftar penelitian dan sudah memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2.

Peserta yang berisiko rendah sakit Covid-19 serius ini akan secara sengaja dipaparkan ke patogen di lingkungan laboratorium yang terkontrol, lapor Live Science.

Ilustrasi laboratorium. (Pixabay)
Ilustrasi laboratorium. (Pixabay)

Studi akan terbagi menjadi dua tahap. Fase pertama melibatkan 24 relawan, tujuannya untuk menentukan kadar terendah dari SARS-CoV-2 sekaligus melihat apakah virus dapat menimbulkan gejala atau tidak.

"Kami mulai dengan jumlah virus yang sangat, sangat kecil dan kami akan memeriksa bahwa itu aman. Kemudian meningkatkan dosis jika perlu (jika terlalu rendah untuk menyebabkan infeksi pada salah satu sukarelawan)," tutur McShane.

Targetnya adalah membuat sebagian dari relawan terinfeksi Covid-19 tanpa atau hanya mengalami gejala ringan.

Fase kedua akan melibatkan 10 hingga 40 peserta. Kali ini, peneliti akan mempelajari tingkat antibodi, sel T, dan komponen sistm kekebalan lainnya yang dapat melindungi dari renfeksi.

Setelah terpapar virus, seluruh peserta akan dikarantina selama 17 hari dan dipantau secara ketat. Mereka akan menjalani banyak tes, termasuk CT scan paru-paru dan MRI jantung.

Setiap peserta yang mengalami gejala Covid-19 akan diobati dengan antibodi monoklonal Regeneron. Peserta juga akan diawasi setidaknya selama delapan bulan setelah mereka pulih dari infeksi kedua.

Masing-masing peserta akan menerima hampir USD 7.000 (kurang lebih Rp101,5 juta) untuk diikutsertakan dalam penelitian ini.

Fase pertama studi rencananya akan dimulai bulan ini, dan fase kedua dilaksanakan pada musim panas mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Multivitamin, Probiotik, dan Omega-3 Turunkan Risiko Infeksi Corona

Studi: Multivitamin, Probiotik, dan Omega-3 Turunkan Risiko Infeksi Corona

Health | Selasa, 20 April 2021 | 12:54 WIB

Studi: Rutin Olahraga Cegah Risiko Serangan Jantung Pada Pasien Hipertensi

Studi: Rutin Olahraga Cegah Risiko Serangan Jantung Pada Pasien Hipertensi

Health | Selasa, 20 April 2021 | 04:15 WIB

Studi: Kurangi Risiko Penyakit Alzheimer, Yuk Konsumsi Minyak Zaitun

Studi: Kurangi Risiko Penyakit Alzheimer, Yuk Konsumsi Minyak Zaitun

Health | Senin, 19 April 2021 | 16:29 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB