Peneliti Kembangkan Vaksin Corona Berbasis Nabati yang Mengandung Tembakau

Risna Halidi

Rabu, 21 April 2021 | 08:54 WIB
Peneliti Kembangkan Vaksin Corona Berbasis Nabati yang Mengandung Tembakau
Tanaman tembakau. [Pixabay]

Suara.com - Tim peneliti dari perusahaan biofarmasi yang berbasis di Kanada, Medicago, tengah mengembangkan kandidat vaksin Covid-19 dua dosis yang berbahan dasar nabati, termasuk memiliki kandungan tembakau di dalamnya.

Nnatinya, semak tembakau digunakan guna menghasilkan partikel mirip virus corona penyebab sakit Covid-19 yang kini telah menginfeksi jutaan manusia di seluruh dunia.

Andai uji klinis tahap akhir kandidat vaksin ini berhasil, maka vaksin ini diklaim dapat dibuat lebih cepat dan dijual lebih murah, serta lebih mudah didistribusikan daripada vaksin yang ada sekarang.

Dikutip Suara.com dari Daily Mail, vaksin virus corona Medicago dibuat menggunakan varian tanaman tembakau dengan menggunakan partikel mirip virus (VLP).

VLP -- yang merupakan molekul sangat mirip dengan virus tetapi tidak mengandung materi genetik, ditambahkan ke tanah untuk kemudian diserap oleh tanaman tembakau saat tumbuh.

Tembakau akan tumbuh sembari terus membentuk virus corona untuk melatih sistem kekebalan dan mengenalinya dan meningkatkan respon kekebalan tubuh.

Metode ini berbeda dengan vaksin lain yang telah digunakan di dunia di mana umumnya bekerja menargetkan lonjakan protein di luar virus, bukan menyerupai struktur virus secara keseluruhan.

"Yang harus Anda lakukan adalah mengekstrak lonjakan protein dari tanaman, dari daun, dan Anda memiliki vaksinnya," kata Dr Matthew Hong dari Wake Research di Raleigh, Carolina Utara kepada ABC News 11.

Matthew Hong juga mengatakan bagaimana pembuatan kandidat vaksin ini jauh lebih mudah daripada vaksin pada umumnya, tanpa peralatan penelitian konvensional.

baca juga

"Anda tidak membutuhkan alat pendukung lainnya, dan semua mesin serta semua peralatan yang digunakan untuk membuat virus," tambahnya.

Selain itu, karena partikelnya berasal dari tumbuhan, kandidat vaksin ini dipercaya akan mengandung lebih sedikit reaksi alergi merugikan yang akan dialami.

Kekinian Medicago tengah mencari dan merekrut 30 ribu peserta dari seluruh dunia untuk melakukan uji coba fase III.

Dari data awal uji coba fase I, vaksin diklaim menghasilkan antibodi 10 kali lebih banyak daripada penyintas Covid-19.

Sayangnya, jumlah responden vaksin semakin sulit ditemukan karena rerata relawan yang berusia 18 tahun atau lebih, telah menerima setidaknya satu dosis vaksin merek lain.

Medicago berharap hasil penelitiannya dapat tersedia pada musim gugur 2021 untuk kemudian diserahkan ke regulator Amerika Serikat untuk ditinjau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Best 5 Oto: BMW 840i Gran Coupe Golden Thunder Edition, Suzuki Gixxer 250

Best 5 Oto: BMW 840i Gran Coupe Golden Thunder Edition, Suzuki Gixxer 250

Otomotif | Rabu, 21 April 2021 | 08:33 WIB

Penyakit Gusi Tingkatkan Risiko Tertular Virus Corona, Ini Cara Mencegahnya

Penyakit Gusi Tingkatkan Risiko Tertular Virus Corona, Ini Cara Mencegahnya

Health | Rabu, 21 April 2021 | 08:22 WIB

Intip Nicholas Saputra Divaksin Covid-19, Ekpresinya Buat Kaum Hawa Meleleh

Intip Nicholas Saputra Divaksin Covid-19, Ekpresinya Buat Kaum Hawa Meleleh

Banten | Rabu, 21 April 2021 | 08:35 WIB

Terkini

Salep Pure Paw Paw untuk Apa? Intip 5 Varian dan Manfaatnya, Bukan Cuma untuk Bibir

Salep Pure Paw Paw untuk Apa? Intip 5 Varian dan Manfaatnya, Bukan Cuma untuk Bibir

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh

Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

×