Penyakit Gusi Tingkatkan Risiko Tertular Virus Corona, Ini Cara Mencegahnya

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 21 April 2021 | 08:22 WIB
Penyakit Gusi Tingkatkan Risiko Tertular Virus Corona, Ini Cara Mencegahnya
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Ada banyak faktor medis yang bisa meningkatkan risiko infeksi virus corona Covid-19. Baru-baru ini, para ahli memperingatkan bahwa penyakit gusi bisa meningkatkan risiko terinfeksi virus corona.

Penelitian baru menunjukkan orang yang menderita penyakit gusi lebih berisiko tertular virus corona Covid-19 parah, karena virus bisa melewati air liur ke paru-paru.

Melalui air liur itulah, para ahli mengatakan virus corona bisa berpindah langsung ke aliran darah, yang lebih umum terjadi pada orang dengan penyakit gusi.

Para peneliti di University of Birmingham menemukan bahwa virus corona Covid-19 bisa langsung menginfeksi tubuh lewat pembuluh darah, bukan saluran udara.

Apalagi, para ahli mengatakan mulut merupakan tempat berkembang biaknya virus dan bakteri. Sehingga, orang yang memiliki plak gigi dalam jumlah besar dan memiliki riwayat penyakit gusi lebih berisiko tertular virus corona.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Bahkan mereka berisiko mengalami gejala parah, karena infeksi virus corona Covid-19 bisa mencapai paru-paru lebih cepat.

Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Oral Medicine and Dental Research, yang menunjukkan produk obat kumur bisa membantu membunuh virus corona Covid-19.

Berdasarkan pemindaian paru-paru pasien yang terinfeksi virus corona pada kolaborasi antara peneliti medis dan ahli gigi, menemukan titik masuk aliran darah.

Chapple, Profesor Periodontologi di Universitas Birmingham mengatakan penelitian itu dapat mengubah cara pengelolaan virus corona Covid-19, dengan cara mengeksplorasi perawatan medis yang ditargetkan di mulut untuk membunuh virus corona Covid-19.

"Penyakit gusi yang menyebabkan luka akan lebih memungkinkan mikroorganisme masuk ke dalam darah," kata Chapple dikutip dari The Sun.

Tapi, tindakan sederhana seperti menyikat gigi dengan hati-hati untuk mengurangi penumpukan plak, penggunaan obat kumur atau berkumur dengan air asin bisa mengurangi peradangan gingiva.

Pada akhirnya, semua cara itu bisa membantu mengurangi konsentrasi virus corona dalam air liur untuk mengurangi perkembangan penyakit paru-paru dan risiko kerusakan sehingga menyebabkan gejala virus corona parah.

Para ahli menjelaskan penyakit gusi bisa membuat virus corona lebih mudah menginfeksi tubuh, karena virus itu langsung masuk melalui pembuluh darah di gusi yang akan melewati pembuluh darah leher dan dada.

Sehingga, virus corona akan lebih cepat mencapai jantung sebelum akhirnya dipompa ke arteri pulmonalis dan pembuluh darah kecil di paru-paru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Gejala Umum Varian Baru Virus Corona India, Salah Satunya Sesak Napas!

6 Gejala Umum Varian Baru Virus Corona India, Salah Satunya Sesak Napas!

Health | Rabu, 21 April 2021 | 08:09 WIB

Update 20 April: Warga Indonesia Positif Covid Kini Tembus 1.614.849 Orang

Update 20 April: Warga Indonesia Positif Covid Kini Tembus 1.614.849 Orang

News | Selasa, 20 April 2021 | 16:06 WIB

Daftar 12 Bandara di Indonesia yang Sediakan Tes GeNose C19 Calon Penumpang

Daftar 12 Bandara di Indonesia yang Sediakan Tes GeNose C19 Calon Penumpang

News | Selasa, 20 April 2021 | 15:40 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB