Array

Pakar Ungkap Indikator Simpel untuk Deteksi Keparahan Infeksi Covid-19

Jum'at, 23 April 2021 | 10:07 WIB
Pakar Ungkap Indikator Simpel untuk Deteksi Keparahan Infeksi Covid-19
Ilustrasi orang jalan kaki (shutterstock)

Suara.com - Di tengah lonjakan kasus virus corona Covid-19 dan ketersediaan perawatan medis rumah sakit yang kian terbatas, seorang dokter mengimbau orang-orang agar tidak panik ketika hasil tes RT-PCR menunjukkan positif Covid-19.

Dr CS Pramesh, direktur, Rumah Sakit Tata Memorial, mengatakan sebagian besar pasien positif Covid-19 bisa sembuh dengan perawatan mandiri di rumah. Sehingga ia pun memberi saran pasien Covid-19 agar tak buru-buru menjalani perawatan di rumah sakit jika masih sanggup ditangani mandiri.

Selain menjaga asupan nutrisi yang baik, minum banyak cairan dan olahraga, pasien Covid-19 harus bisa melacak demam dan tingkat oksigen dalam tubuhnya.

Orang bisa melakukan tes jalan kaki selama 6 menit di mana pasien harus membaca oksigen sebelum dan sesudah berjalan selama 6 menit di ruang isolasi. Cara ini bisa memberikan pemahaman yang akurat tentang ting oksigen.

Jika hasil tingkat oksigennya tetap normal, maka pasien Covid-19 tidak perlu menjalani perawatan medis di rumah sakit. Dilansir dari Health Shots, tes jalan kaki selama 6 menit ini bisa dilakukan 2-3 kali dalam sehari.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Anda harus menjalani perawatan medis di rumah sakit bisa saturasi dasar pada oksimeter di bawah 94 persen serta ada 4 persen atau lebih fluktuasi kadar oksigen sebelum dan sesudah jalan kaki 6 menit.

Saat tingkat oksigen di bawah 94 persen, seseorang harus berbaring telungkup untuk meningkatkan tingkat oksigen dalam darah. Dalam pengobatan, pasien juga hanya perlu parasetamol jika tidak mengalami gejala lain, selain demam.

Direktur AIIMS, Dr Ramdeep Guleria mengatakan lebih dari 85 persen pasien covid-19 akan pulih tanpa pengobatan khusus.

"Oksigen adalah pengobatan. Orang sehat dengan okigen dalam kisaran 93-94 persen tidak perlu mengonsumsi minuman berlakohol tinggi untuk mengalirkan oksigen guna mempertahankan tingkat saturasi yang optimal," jelasnya.

Baca Juga: Atta Halilintar Positif Covid-19 Kedua Kali, Berapa Lama Antibodi Bertahan?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI