Pakar: 80 hingga 90 Persen Pasien Covid-19 Alami Gejala Ringan

Rauhanda Riyantama, Fita Nofiana

Senin, 26 April 2021 | 18:59 WIB
Pakar: 80 hingga 90 Persen Pasien Covid-19 Alami Gejala Ringan
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Para ahli mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen hingga 90 persen pasien positif Covid-19 mengalami gejala ringan atau tidak ada gejala sama sekali. Hanya sekitar 10 persen hingga 15 persen kasus Covid-19 yang membutuhkan terapi oksigen dan obat-obatan seperti antiviral remdesivir di rumah sakit.

“Sebanyak 85 hingga 90 persen positif Covid-19 mengalami gejala ringan atau tidak ada gejala sama sekali. Oleh karena itu, tidak perlu menimbun suntikan seperti remdesivir atau tabung oksigen karena dapat menyebabkan panic buying yang tidak perlu dan kekurangan," kata Dr Randeep Guleria, direktur, Institut Ilmu Kedokteran All India, Delhi seperti yang dikutip dari Healthshots.

"Kebanyakan orang mendapatkan gejala ringan seperti demam, batuk, sakit tenggorokan,” imbuhnya. 

Menurut para ahli, gejala Covid-19 biasanya berlangsung sekitar satu minggu atau 10 hari. Hanya sekitar 10 hingga 15 persen kasus positif berisiko mengembangkan infeksi parah, dengan kebutuhan oksigen atau obat lain seperti steroid dan remdesivir.

Ilustrasi petugas medis Covid-19. [Suara.com/Eko Faizin]
Ilustrasi petugas medis Covid-19. [Suara.com/Eko Faizin]

“Hanya sekitar 5 persen kasus menjadi kritis dan membutuhkan obat-obatan yang lebih kuat dan bahkan ventilator. Hanya karena Anda mendapatkan laporan positif tidak berarti Anda harus dirawat atau memulai terapi oksigen,” kata Dr Guleria.

Melansir dari Healthshots, Guleria menegaskan bahwa obat-obatan seperti remdesivir adalah bagian dari terapi investigasi dan uji coba solidaritas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menunjukkan manfaat dalam hal kematian dan pengurangan masa tinggal di rumah sakit.

“Oleh karena itu, pasien stabil yang berada di isolasi mandiri dengan saturasi oksigen 94 persen ke atas, tidak memerlukan remdesivir. Jika kasus ringan memakai remdesivir, maka ada kemungkinan lebih banyak kerugian daripada manfaat,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus KDRT Meningkat Selama Pandemi

Kasus KDRT Meningkat Selama Pandemi

Bekaci | Senin, 26 April 2021 | 18:43 WIB

Beragamnya Vaksin Covid-19 Generasi Baru, Berbentuk Pil hingga Spray Hidung

Beragamnya Vaksin Covid-19 Generasi Baru, Berbentuk Pil hingga Spray Hidung

Health | Senin, 26 April 2021 | 18:42 WIB

Jadi Klaster Baru Covid-19, Poltekkes Pontianak Ditutup

Jadi Klaster Baru Covid-19, Poltekkes Pontianak Ditutup

Kalbar | Senin, 26 April 2021 | 18:29 WIB

Terkini

Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover

Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald, Ini Alasannya

Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald, Ini Alasannya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Benarkah Emisi Pesawat Makin Beracun Seiring Waktu? Studi Ungkap Hal Ini

Benarkah Emisi Pesawat Makin Beracun Seiring Waktu? Studi Ungkap Hal Ini

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?

Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Drama Pemadaman 7 Jam di Suryakencana, Tiga Ruko Ludes Dilalap Api

Drama Pemadaman 7 Jam di Suryakencana, Tiga Ruko Ludes Dilalap Api

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Sindikat Curanmor Sumatera Terbongkar, 12 Tersangka dan 21 Motor Diamankan

Sindikat Curanmor Sumatera Terbongkar, 12 Tersangka dan 21 Motor Diamankan

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Operasi Narkoba di Kampung Ambon: 7 Orang Diciduk, Positif Narkotika hingga Tenteng 15 Senjata Tajam

Operasi Narkoba di Kampung Ambon: 7 Orang Diciduk, Positif Narkotika hingga Tenteng 15 Senjata Tajam

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Dikenal Baik dan Sopan, Bobotoh 16 Tahun yang Tewas di Bogor Bikin Teman Sekampung Tak Percaya

Dikenal Baik dan Sopan, Bobotoh 16 Tahun yang Tewas di Bogor Bikin Teman Sekampung Tak Percaya

Bogor | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Polda DIY Incar Balap Liar hingga Knalpot Brong di Operasi Patuh Progo 2026, Catat Aturannya!

Polda DIY Incar Balap Liar hingga Knalpot Brong di Operasi Patuh Progo 2026, Catat Aturannya!

Jogja | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Usul Luhut Hapus Delik Kerugian Negara Disorot Eks KPK: Prabowo Harus Koreksi

Usul Luhut Hapus Delik Kerugian Negara Disorot Eks KPK: Prabowo Harus Koreksi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:46 WIB

×