Penuhi Kebutuhan Gizi selama Puasa, Simak Saran Ahli Berikut

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 28 April 2021 | 03:05 WIB
Penuhi Kebutuhan Gizi selama Puasa, Simak Saran Ahli Berikut
Ilustrasi berbuka puasa (dok istimewa)

Suara.com - Selama puasa di bulan suci Ramadan, kebutuhan nutrisi tetap harus terpenuhi meskipun waktu makan terbatas. Dalam hal ini, Ahli Gizi Seala Septiani, S.Gz, M.Gizi menyatakan bahwa kebutuhan nutrisi dan gizi seimbang saat puasa dan tidak sama saja.

“Prinsip dasar gizi seimbang adalah jenis makanan dengan variasi cukup serta seimbang dibarengi jumlah porsi yang cukup. Di dalamnya harus ada sumber karbohidrat kompleks, protein, serta dilengkapi dengan buah dan sayur. Tidak hanya variasi, jumlah makanannya juga harus diperhatikan, tidak berlebihan.” Seala pada series sesi ketiga di Instagram Live @hometowndairy.id Sabtu (24/4/2021).

Seala Septiani juga menambahkan bahwa cairan, sumber protein, dan serat sangat penting ketika sedang memenuhi nutrisi di bulan puasa.

"Susu Segar Pasteurisasi menjadi salah satu alternatif padat gizi untuk membantu memenuhi kebutuhan protein, karena kandungan proteinnya dan mikronutriennya dapat membantu menutrisi tubuh selama berpuasa,” imbuhnya.

Selain itu, dua gelas susu segar sehari dapat membantu mengisi kebutuhan cairan tubuh yaitu minimal 8 gelas sehari pada orang normal.

Ilustrasi berpuasa (Shutterstock)
Ilustrasi berpuasa (Shutterstock)

"Untuk mengetahui jumlah gizi atau nutrisi seimbang, dapat menggunakan prinsip Isi Piringku, caranya makan dalam 1 piring dengan aneka ragam makanan," imbuhnya.

Menurutnya, kompoisi makan seimbang adalah ketika satu piring dibagi dua, setengah piring berisi 2/3 karbohidrat kompleks dan 1/3 lauk pauk dan setengah piring lainnya berisi buah dan sayur mayur.

Selain itu, kebutuhan air juga sangat penting, minimal 8 gelas sehari. Namun, di kebutuhan cairan tubuh itu bisa didapat dari berbagai hidangan. Dalam memenuhi cairan Anda juga perlu membatasi asupan gula. 

“Batas maksimal Gula, Garam dan Lemak harian orang normal adalah 4 sendok makan untuk gula, 1 sendok teh garam untuk garam, dan lemak/minyak adalah 5 sendok makan per hari,” tambah Seala Septiani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Obat Tetes Mata, Apakah Dapat Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya

Pakai Obat Tetes Mata, Apakah Dapat Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya

Health | Selasa, 27 April 2021 | 19:41 WIB

Wajib Coba, Ini 5 Aplikasi Resep Makanan untuk Buka Puasa dan Sahur

Wajib Coba, Ini 5 Aplikasi Resep Makanan untuk Buka Puasa dan Sahur

Tekno | Selasa, 27 April 2021 | 19:28 WIB

5 Rekomendasi Menu Buka Puasa Khas Cirebon

5 Rekomendasi Menu Buka Puasa Khas Cirebon

Your Say | Selasa, 27 April 2021 | 18:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB