Pandemi Covid-19 Bikin Insomnia Tenaga Kesehatan Meningkat

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Rabu, 28 April 2021 | 16:25 WIB
Pandemi Covid-19 Bikin Insomnia Tenaga Kesehatan Meningkat
Seorang tenaga kesehatan mengenkan alat pelindung diri (APD) lengkap sebelum melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pandemi COVID-19 telah memicu peningkatan gangguan insomnia bagi petugas kesehatan, yakni sekitar 44 persen. Selain itu, 10 persen dari 678 kelompok seperti dokter fakultas, perawat, penyedia praktik, asisten dokter, melaporkan adanya survei terkait penurunan insomnia yang membaik selama pandemi.

Hal ini diungkap oleh ketua Departemen Psikiatri dan Perilaku di Medical College of Georgia, Augusta University, Dr. Vaughn McCall.

“Ada banyak penelitian yang mengamati masalah insomnia sebagai respon terhadap bencana alam. Seperti gempa bumi di Peru, dan bencana topan di Taiwan. Tapi, temuan ini merupakan tekanan universal,” ungkapnya yang dilansir dari Medical Express.

Sejumlah tenaga kesehatan bersiap melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah tenaga kesehatan bersiap melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Sementara itu, efek pandemi juga memengaruhi waktu tidur bagi pekerja, sehingga gangguan insomnia akut cukup meningkat. Yakni dari 44,5 persen menjadi 64 persen.

Survei yang dilakukan pada 15 Mei 2020, para peneliti menganalisis petugas kesehatan yang bekerja sebagai garda terdepan. Mulai dari demografi, kebiasaan bekerja, suasana hati, gejala kecemasan, dan gangguan insomnia akut.

Responden pada kelompok tersebut 72 persen adalah perempuan, dengan usia rata-rata 43 tahun, yang bekerja sebagai dokter fakultas dan staf perawat. Selain itu, sekitar 25 persen responden merupakan pekerja shift.

Pada survei di bulan Mei 2020, sistem kesehatan memiliki sensus harian rata-rata 21 pasien COVID-19, di antaranya empat pasien di bagian perawatan intensif.

Selain itu, dampak dari insomnia juga mengakibatkan gejala kecemasan, yang memiliki risiko kuat untuk keinginan bunuh diri. Karena itu, jumlah gejala insomnia sedang menunjukkan, tingkat keparahan sangat signifikan secara klinis bagi petugas kesehatan.

Studi sebelumnya juga melihat dampak COVID-19 pada masalah tidur, namun studi hari ini melihat lebih dekat, yakni gangguan insomnia akut dengan potensi risikonya.

“Gangguan insomnia umumnya keluhan pasien terkait kualitas tidur yang buruk. Bahkan, mereka menderita di siang hari dan juga malam hari,” ungkap Dr. Vaughn McCall.

Dalam kasus ini, setengah dari individu melaporkan adanya satu gejala depresi, ditambah satu gejala kecemasan yang dilaporkan sekitar 65 persen.

“Kami melihat banyak orang yang bekerja terlalu banyak, sehingga tidak ada waktu yang cukup untuk tidur. Sementara bagi penderita insomnia, gangguan ini mengharuskan seseorang setidaknya memiliki kesempatan untuk tidur,” paparnya.

Selain itu, gangguan insomnia memberi pengaruh sekitar 10 persen dari populasi umum, yang juga terjadi pada petugas kesehatan selama berminggu-minggu. Pada gejala insomnia akut, memiliki risiko mengembangkan menjadi gangguan kronis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Ini Larang Guru dan Staf Disuntik Vaksin Covid-19

Sekolah Ini Larang Guru dan Staf Disuntik Vaksin Covid-19

News | Rabu, 28 April 2021 | 15:59 WIB

Survei Ungkap Antusiasme Masyarakat Terhadap Vaksin AstraZeneca Turun

Survei Ungkap Antusiasme Masyarakat Terhadap Vaksin AstraZeneca Turun

Health | Rabu, 28 April 2021 | 15:58 WIB

Konsumsi Sayur Masyarakat di Masa Pandemi Masih Rendah

Konsumsi Sayur Masyarakat di Masa Pandemi Masih Rendah

News | Rabu, 28 April 2021 | 15:37 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB