alexametrics

Benarkah Masalah Nyeri Haid Bisa Ganggu Kesuburan?

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Benarkah Masalah Nyeri Haid Bisa Ganggu Kesuburan?
Ilustrasi nyeri haid (Sumber: Shutterstock)

Benarkah endometriosis dapat mengganggu kesuburan hingga mengganggu program kehamilan yang sedang dilakukan?

Suara.com - Nyeri haid akibat endometriosis atau kondisi tumbuhnya jaringan di luar rahim dapat berbahaya bagi kesehatan jika dibiarkan dan tidak ditangani segera.

Pasalnya jaringan tersebut bisa tumbuh dan membesar hingga menyebabkan nyeri panggul, pendarahan, sampai infeksi.

Tapi benarkah endometriosis dapat mengganggu kesuburan hingga mengganggu program kehamilan yang sedang dilakukan?

Sayangnya hal tersebut dibenarkan oleh Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr Moh Luky Satria Syahbana Marwali Sp.OG-KFER.

Baca Juga: Sudah Menikah Namun Belum Diberi Momongan, Tanda Adanya Masalah Kesuburan?

"Tak dapat dipungkiri, endometriosis dapat menjadi penyebab gangguan kesuburan. Kelainan anatomi dan perlekatan yang disebabkan karena endometriosis (terutama pada kasus sedang hingga berat) mengurangi peluang terjadinya kehamilan alami," ujar dokter Luky dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan hal ini terjadi disebabkan karena ada banyak perlekatan pada ovarium yang dapat mengganggu pelepasan sel telur, sehingga sel telur tidak dapat mencapai saluran telur (tuba).

"Sedangkan bagi wanita dengan endometriosis minimal, peluang terjadinya kehamilan secara alami masih cukup tinggi, apalagi jika didukung kondisi sperma suami yang sehat dan normal," paparnya.

Penanganan endometriosis
Endometriosis memang tidak dapat disembuhkan secara menyeluruh dan hanya dapat ditangani sesuai dengan tahapan. Penanganan endometriosis dapat dilakukan dengan konsumsi obat pereda nyeri, obat hormonal, penyesuaian gaya hidup, ataupun tindakan pembedahan pada kasus yang sudah berat.

Penyesuain gaya hidup dapat dimulai dari pemilihan asupan makanan yang tepat. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita endometriosis seperti makanan olahan, produk olahan dari sapi (dairy product), makanan yang mengandung gluten dan kedelai.

Baca Juga: Hanum Mega Idap Kista Endometriosis dan Hamil, Adakah Risikonya?

"Penderita endometriosis juga disarankan menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta mengurangi asupan kafein," terang dokter Luky.

Komentar