Temuan Baru, Varian Baru Virus Corona Brasil 2 Kali Lebih Menular

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 30 April 2021 | 14:00 WIB
Temuan Baru, Varian Baru Virus Corona Brasil 2 Kali Lebih Menular
Ilustrasi penularan virus corona Covid-19, varian baru virus corona. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan memperingatkan varian baru virus corona Brasil justru lebih mudah menular daripada yang diperkirakan sebelumnya. Varian virus corona ini bisa menyebar lebih dari 2 kali lipat sehingga menyebar ke seluruh Brasil.

Ilmuwan yang dipimpin oleh Universitas Kopenhagen memperingatkan Inggris harus waspada mengenai varian baru virus corona Brasil, yang dikenal sebagai P1 agar tidak menyebabkan lonjakan kasus.

Karena, varian baru virus corona Brasil juga terbukti bisa menginfeksi kembali orang yang sebelumnya sudah menderita virus corona Covid-19. Bahkan varian ini juga bisa menginfeksi orang yang sudah suntik vaksin Covid-19.

"Penyebaran varian baru virus corona Brasil ini adalah hla terpenting yang harus diperhatikan Inggris untuk mencegah lonjakan kasus. Apalagi varian ini mungkin tahan dari kekebalan yang terbentuk setelah vaksin," kata Prof Samir Bhatt, seorang peneliti di Universitas Kopenhagen dikutip dari The Sun.

Di Inggris, sejumlah kecil kasus P1 telah dikonfirmasi, yakni Sebanyak 660 kasus sejak Febuari 2021. Karena itulah, para ilmuwan berspekulasi bahwa mereka tidak kemampuan untuk menggulingkan varian baru virus corona Inggris.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Tapi, masih banyak yang belum diketahui bagaimana sejumlah varian baru virus corona yang berbeda itu saling bersaing. Sedangkan, varian baru virus corona Brasil (P1) mungkin berbeda dengan varian baru virus corona Inggris, Afrika Selatan dan India.

Prof Bhatt dan rekannya pun masih mempelajari P1 di Manaus, kota Amazon di Brasil, yang menjadi wilayah pertama munculnya varian baru virus corona Brasil tersebut.

Mereka menyimpulkan bahawa varian baru virus corona Brasil adalah 70 hingga 140 persen lebih mudah menular daripada varian lain yang ada di Manaus.

Sebagai perbandingan, varian baru virus corona Inggris dan Afrika Selatan masing-masing diperkirakan 70 persen dan 50 persen lebih menular dibandingkan virus corona Covid-19 aslinya.

Selain itu, P1 juga bisa menginfeksi kembali orang yang sudah pernah menderita virus corona Covid-19 sebelumnya sebesar 20 hingga 40 persen. Artinya, varian baru virus corona Covid-19 ini bisa resisten terhadap kekebalan tubuh.

Studi juga menemukan orang yang terinfeksi virus corona 20 hingga 90 persen lebih berisiko meninggal, karena varian baru virus corona tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tubuh Lemah Usai Pulih dari Virus Corona Covid-19, Lakukan 5 Hal Ini!

Tubuh Lemah Usai Pulih dari Virus Corona Covid-19, Lakukan 5 Hal Ini!

Health | Jum'at, 30 April 2021 | 11:57 WIB

Jumat 30 April: RSD Wisma Atlet Rawat 1.579 Pasien Positif Covid-19

Jumat 30 April: RSD Wisma Atlet Rawat 1.579 Pasien Positif Covid-19

News | Jum'at, 30 April 2021 | 10:23 WIB

Suku Awa di Brasil yang Paling Terancam: Mereka Membunuh Hutan Kami

Suku Awa di Brasil yang Paling Terancam: Mereka Membunuh Hutan Kami

News | Jum'at, 30 April 2021 | 08:41 WIB

Terkini

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB