Efek Samping Vaksin Covid-19 Ini Jadi Pertanda Adanya Riwayat Terinfeksi

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 29 April 2021 | 15:45 WIB
Efek Samping Vaksin Covid-19 Ini Jadi Pertanda Adanya Riwayat Terinfeksi
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Sejak peluncuran vaksin Covid-19, pejabat kesehatan masyarakat telah memperingatkan kemungkinan efek samping setelah vaksinasi, seperti nyeri di tempat suntikan, demam, nyeri otot atau lainnya.

Tapi, sebuah studi baru menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin mengalami pembengkakan kelenjar getah bening setelah selesai suntik vaksin Covid-19. Efek samping yang ditemukan para peneliti lebih umum bagi mereka yang sudah mengalami infeksi virus corona, atau dengan kata lain adalah penyintas Covid-19.

Para peneliti dalam sebuah penelitian yang diterbitkan ke server pracetak medRxiv menganalisis sekitar 947 petugas kesehatan di Inggris yang menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19. Sekitar 265 dari petugas kesehatan tersebut telah terinfeksi virus corona sebelum vaksinasi.

Penelitian ini menemukan bahwa limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening lebih umum terjadi pada orang yang pernah terinfeksi virus corona Covid-19.

Sekitar 4 persen dari mereka yang berhasil melawan virus corona Covid-19 melaporkan efek samping ini setelah vaksinasi, dibandingkan dengan kurang dari 1 persen orang yang sebelumnya belum pernah terinfeksi.

Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Selain itu, orang yang pernah terinfeksi virus corona Covid-19 juga lebih berisiko alami efek samping lain seperti demam, kelelahan, nyeri otot, dan nyeri sendi.

Lalu, 8 persen orang yang pernah terinfeksi virus corona Covid-19 juga mengalami demam sebagai efek sampingnya. Sementara itu, hanya 2 persen dari mereka yang tidak pernah terinfeksi virus corona mengalami demam.

"Dalam studi observasi berbasis survei, petugas layanan kesehatan di Inggris melaporkan adanya kasus pembengkakan kelenjar getah bening setelah suntikan pertama vaksin Pfizer," jelas peneliti dikutip dari Fox News.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC: Meski Satu Dosis Vaksin Melindungi, Anda Tetap Butuh Dua Dosis

CDC: Meski Satu Dosis Vaksin Melindungi, Anda Tetap Butuh Dua Dosis

Health | Kamis, 29 April 2021 | 14:55 WIB

Bolehkah Suntik Vaksin Covid-19 saat Menstruasi? Ini Kata Ahli!

Bolehkah Suntik Vaksin Covid-19 saat Menstruasi? Ini Kata Ahli!

Health | Kamis, 29 April 2021 | 14:49 WIB

Apa yang Membuat Varian Virus Corona India Lebih Berbahaya?

Apa yang Membuat Varian Virus Corona India Lebih Berbahaya?

Health | Kamis, 29 April 2021 | 10:34 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×