Tak Sengaja Makan Kotoran Burung Camar, Balita Ini Alami Gagal Ginjal!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 01 Mei 2021 | 13:32 WIB
Tak Sengaja Makan Kotoran Burung Camar, Balita Ini Alami Gagal Ginjal!
Burung camar, kotoran burung camar (Pixabay/norbibuvar)

Suara.com - Seorang balita mengalami gagal ginjal setelah mengonsumsi kotoran burung camar ketika bermain di taman. Akibatnya, balita asal Amlwch di Anglesey, Wales, Inggris pun harus menjalani perawatan medis selama 19 hari.

Selama 19 hari itu, balita bernama Jaydon Pritchard membutuhkan perawatan dialisi dan sampai sekarang pun masih belum membaik.

Balita itu didiagnosis telah terinfeksi bakteri e. coli yang bisa menyebabkan kram perut parah, diare berdarah dan muntah. Seseorang bisa tertular bakteri itu dari makanan atau air yang terkontaminasi.

"Para dokter mendiagnosisnya dengan gagal ginjal dan memberi tahu kami kalau Jaydon keracunan bakteri e. coli setelah menelan kotoran burung camar," kata kakek Jaydon, Arwel Pritchard dikutip dari The Sun.

Sebelumnya, Jaydon mulai menunjukkan tanda-tanda tidak sehat selama 2 hari. Kemudian, orangtuanya langsung membawa Jaydon ke rumah sakit.

Ilustrasi gagal ginjal. [shutterstock]
Ilustrasi gagal ginjal. [shutterstock]

Saat itu, dokter di Ysbyty Gwynedd menduga Jaydon terinfeksi virus. Ia hanya memeriksa, memberinya obat dan memintanya pulang. Jaydon tanggal bersama kakek, nenek serta ibunya Tiffany.

Tapi, Arwel mengatakan esok harinya Jaydon justru tidak melakukan aktivitas apapun selain tidur karena kesakitan. Kemudian, mereka memeperhatikan kondisi tak biasa pada Jaydon esok harinya.

Mereka pun segera memanggil ambulans, tetapi Jaydon mengalami 4 serangan lagi sebelum akhirnya tiba di rumah sakit. Setelah dilarikan ke Ysbyty Gwynedd, tim dari Rumah Sakit Anak Alder Hey di Liverpool dikirim untuk menjemput Jaydon dalam beberapa jam.

Dalam banyak kasus, orang membutuhkan waktu seminggu untuk sembuh dari infeksi bakteri e. coli. Tetapi, beberapa bakteri e. coli menghasilkan racun yang bisa menyebabkan penyakit parah.

baca juga

Terkadang, kasus e. coli yang oarah bisa menyebabkan bentuk gagal ginjal yang mengancam jiwa. Kondisi ini disebut dengan sindrom uremik hemolitik.

Bakteri bersarang di saluran pencernaan dan menghasilkan racun yang masuk ke dalam darah. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, racun ini menghancurkan sel darah merah dan memantau sistem penyaringan ginjal.

Karena infeksi bakteri tersebut, Jaydon harus dirawat menggunakan mesin dialysis yang menyaring limbah dan cairan dari tubuh ketika ginjal tak berfungsi. Ia juga menerima transfusi darah selama di rumah sakit.

Seiring waktu, tubuh Jaydon pun mulai berubah kuning. Tapi sekarang, kondisi Jaydon mulai membaik setelah menjalani perawatan medis beberapa minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Penyedot Tinja: Rezeki dan Malapetaka di Balik Tahi

Kisah Penyedot Tinja: Rezeki dan Malapetaka di Balik Tahi

News | Senin, 26 April 2021 | 07:00 WIB

Bejad! Ayah Kandung Aniaya Anak Gara-Gara Kotoran Kucing

Bejad! Ayah Kandung Aniaya Anak Gara-Gara Kotoran Kucing

Bogor | Kamis, 22 April 2021 | 14:36 WIB

Akibat Minuman Berenergi, Pria 21 Tahun Ini Alami Gagal Jantung

Akibat Minuman Berenergi, Pria 21 Tahun Ini Alami Gagal Jantung

Health | Senin, 19 April 2021 | 03:05 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×