Akibat Minuman Berenergi, Pria 21 Tahun Ini Alami Gagal Jantung

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 19 April 2021 | 03:05 WIB
Akibat Minuman Berenergi, Pria 21 Tahun Ini Alami Gagal Jantung
Ilustrasi minuman berenergi. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pria berusi 21 tahun mengalami gagal jantung akibat selalu mengonsumsi empat minuman berenergi dengan jumlah total 500 mililiter setiap hari dalam dua tahun.

Kasus ini ditulis dalam jurnal BMJ Case Reports yang terbit pada Kamis (15/4/2021) kemarin.

Sang pria yang tidak disebutkan identitasnya ini memeriksakan diri ke Rumah Sakit St Thomas, London, akibat sesak napas yang semakin parah selama empat bulan serta mengalami penurunan berat badan.

Ia juga terkadang mengalami gangguan pencernaan, tremor, dan detak jantung berdebar kencang. Kondisinya tidak sehat dan lesu dalam beberapa bulan terakhir sehingga sang pria harus berhenti kuliah.

Setelah serangkaian tes, pria itu didiagnosis dengan dua kondisi mengancam nyawa, yakni gagal jantung dan gagal ginjal.

Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

Menurut Live Science, gagal jantung terjadi ketika otot jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh, sedangkan gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak dapat menyaring produk limbah dari darah dengan baik.

Gagal ginjalnya disebabkan oleh kondisi yang sudah lama tetapi tidak terdiagnosis yang disebut uropati obstruktif kronik. Ini terjadi ketika urin tidak dapat mengalir dengan baik melalui saluran kemih sehingga kembali ke ginjal.

Sementara, gagal jantungnya disimpulkan akibat konsumsi minuman berenergi dalam kadar tinggi walau dokter tidak dapat membuktikannya secara pasti.

Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengaitkan konsumsi minuman energi dengan efek kardiovaskular, termasuk peningkatan tekanan darah dan irama jantung yang tidak normal.

Setelah 58 hari di rumah sakit, pria itu diizinkan pulang dan diberi beberapa resep obat jantung. Dia juga berhenti minum minuman energi sepenuhnya dan fungsi jantungnya meningkat pesat.

Dokter mengatakan sang pria tidak memerlukan transplantasi jantung saat ini. Namun, dia kemungkinan akan membutuhkan transplantasi ginjal di masa depan.

"Peringatan yang jelas harus diberikan tentang potensi bahaya kardiovaskular dari konsumsi minuman energi dalam jumlah besar," pungkas penulis studi kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Oplos Miras dengan Minuman Berenergi, Simak Berbagai Akibatnya

Jangan Oplos Miras dengan Minuman Berenergi, Simak Berbagai Akibatnya

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 17:39 WIB

Menurut Studi, Minuman Berenergi Berpotensi Picu Masalah Jantung

Menurut Studi, Minuman Berenergi Berpotensi Picu Masalah Jantung

Health | Kamis, 11 Februari 2021 | 09:52 WIB

Minuman Berenergi Memang Menyegarkan, Tapi Ketahui juga Dampaknya!

Minuman Berenergi Memang Menyegarkan, Tapi Ketahui juga Dampaknya!

Health | Kamis, 14 Januari 2021 | 18:24 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB