Pasien Diabetes Tipe 2 Bisa Alami Demensia, Ini Faktor Pemicunya!

Sabtu, 01 Mei 2021 | 13:56 WIB
Pasien Diabetes Tipe 2 Bisa Alami Demensia, Ini Faktor Pemicunya!
Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]

Suara.com - Diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular yang bisa menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, salah satunya demensia. Diabetes telah menjadi faktor risiko demensia, tetapi ini juga bisa dipengaruhi oleh tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Meski begitu, Dr Eszter Vamos, peneliti Utama dari Imperial College London, mengatakan penderita diabetes masih memiliki kesempatan untuk mengurangi risiko demensia.

Dr Vamos dan tim penelitinya pun telah menganalisis data dari 227.580 orang dengan diabetes tipe 2 yang berusia di atas 42 tahun.

Sekitar 10 persen penderita diabetes mengembangkan demensia. Peneliti pun memeriksa riwayat kesehatan para peserta selama 20 tahun sebelum didiagnosis menderita dimensia.

Lebih lanjut, perubahan dalam faktor kardiometabolik dan berat badan dibandingkan dengan penderita diabetes yang tidak mengalami demensia.

Ilustrasi penyakit demensia (foto: Shutterstock)
Ilustrasi penyakit demensia (foto: Shutterstock)

Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan darah yang berbeda antara mereka yang mengalami demensia dan tidak. Orang dengan tekanan darah tinggi di awal kehidupan lebih mungkin mengembangkan demensia.

Selain itu, kadar gula darah dan kolesterol juga lebih tinggi di antara penderita diabetes tipe 2 yang mengembangkan demensia selama periode 20 tahun.

"Hasil temuan kami ini menekankan pentingnya mengelola faktor kardiometabolik dengan hati-hati, seperti tekanan darah, kolesterol dan kadar glukosa sejak dini untuk diabetes tipe 2," kata Dr Vamos dikutip dari Express.

Pemeriksaan rutin dan manajemen komprehensif awal dari faktor risiko potensial dapat membantu mengurangi risiko demensia.

Baca Juga: Data Baru: Efek Samping Suntikan Kedua Vaksin Pfizer Lebih Banyak!

Meskipun penelitian ini tidak bisa menunjukkan hubungan sebab akibat, tapi temuan ini menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi dan faktor kardiometabolik lainnya berkontribusi pada perkembangan demensia hingga 2 dekade sebelum didiagnosis.

Temuan lain yang menarik adalah para penderita diabetes mengalami penurunan tekanan darah tajam selaam 11 hingga 19 tahun sebelum didiagnosis menderita diabetes.

Selain itu, kelompok penderita diabetes yang alami demensia juga mengalami penurunan berat badan sampai 11 tahun sebelum didiagnosis.

Penelitian sebelum juga telah menunjukkan bahwa berat badan dan tekanan darah sering kali berkurang selama tahap awal demensia. Perubahan ini mungkin disebabkan oleh demensia itu sendiri.

Karena, demensia menyebabkan perubahan bertahap dalam perilaku termasuk pola makan, pengurangan asupan kalori dan aktivitas fisik.

Hasil studi Dr Vamos menyoroti pentingnya menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol terkendali untuk mengurangi risiko demensia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI