Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Dinda Rachmawati

Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
Ilustrasi obat-obatan (Unsplash/Volodymyr Hryshchenko)
baca 10 detik
  • Konflik geopolitik global menyebabkan gangguan rantai pasok yang memicu kenaikan biaya produksi obat di Indonesia.
  • Menteri Kesehatan dan BPOM berkomitmen menjaga stabilitas harga serta ketersediaan obat melalui kolaborasi lintas sektor.
  • Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia memastikan stok obat nasional masih aman untuk tiga bulan ke depan.

Suara.com - Di tengah memanasnya konflik geopolitik global, terutama ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel rantai pasok dunia ikut terguncang. Dampaknya terasa hingga ke sektor kesehatan, termasuk industri farmasi di Indonesia yang masih bergantung pada bahan baku impor. 

Kenaikan harga energi global dan gangguan logistik internasional membuat biaya produksi obat ikut terdorong naik, memunculkan kekhawatiran akan stabilitas pasokan dan harga obat di dalam negeri.

Menanggapi situasi ini, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan farmasi nasional melalui kolaborasi lintas sektor. 

Dalam sambutannya pada acara Halalbihalal nasional yang diselenggarakan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, ia menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan obat tetap aman dan harganya terjangkau.

“Komitmen Kementerian Kesehatan untuk memastikan akses obat di Indonesia tetap terjaga ketersediaannya dan terjangkau harganya, dengan memberikan dukungan penuh bagi pembangunan dan penguatan usaha farmasi dalam negeri,” ujarnya. 

Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Pastikan Stok Obat Aman hingga 3 Bulan ke Depan (Dok. Istimewa)
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Pastikan Stok Obat Aman hingga 3 Bulan ke Depan (Dok. Istimewa)

Ia juga menekankan pentingnya inovasi, termasuk mencari alternatif komponen obat seperti kemasan, guna mengurangi ketergantungan impor di tengah dinamika global.

Dari sisi regulator, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Taruna Ikrar menekankan bahwa stabilitas sektor farmasi tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga koordinasi erat dengan industri.

“Peran BPOM dalam menjaga ketersediaan obat sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat, antara lain melalui penguatan pengawasan rantai pasok obat dan makanan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar produsen farmasi nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik, serta memastikan komunikasi dengan pelaku industri terus dijaga untuk menjamin kualitas dan ketersediaan obat.

baca juga

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia F. Tirto Kusnadi menyampaikan optimisme terkait kondisi pasokan obat nasional.

“Kami sudah melakukan pendataan bahwa stok obat nasional masih sangat baik peredarannya di masyarakat sampai 3 bulan ke depan,” ungkapnya. 

Ia menegaskan bahwa peran GP Farmasi sebagai jembatan antara regulator dan industri menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga obat. Lebih jauh, Tirto juga menyoroti pentingnya penguatan rantai pasok domestik sebagai langkah strategis jangka panjang.

“Momentum kebersamaan ini menjadi sangat relevan untuk menyatukan langkah bersama dalam memperkuat ketahanan farmasi nasional, mengurangi ketergantungan impor bahan baku, serta mendorong daya saing global usaha farmasi Indonesia,” tambahnya.

Untuk itu, acara yang digelar di DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran ini menjadi momentum strategis memperkuat sinergi antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri. 

Tema yang diangkat, “Merajut Kebersamaan untuk Usaha Farmasi yang Produktif, Efisien, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”, mencerminkan urgensi kolaborasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, regulator, dan pelaku industri, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan obat di tengah tekanan global. 

Upaya ini tidak hanya penting untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga obat, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun sistem kesehatan nasional yang lebih mandiri dan tangguh menghadapi krisis di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:00 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Obat Tramadol Berkedok Jualan Ikan Cupang di Jakarta Pusat

Polisi Ciduk Pengedar Obat Tramadol Berkedok Jualan Ikan Cupang di Jakarta Pusat

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:47 WIB

Modus Toko Kosmetik Terbongkar, Penjual Obat Keras Ilegal di Tamansari Ditangkap Polisi

Modus Toko Kosmetik Terbongkar, Penjual Obat Keras Ilegal di Tamansari Ditangkap Polisi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:25 WIB

Terkini

Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang

Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 16:37 WIB

Apa Perbedaan Kulkas Inverter vs Non Inverter Hemat Listrik?

Apa Perbedaan Kulkas Inverter vs Non Inverter Hemat Listrik?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 16:35 WIB

Geger Kabar Jenderal Ditangkap dan Diperiksa Propam, Mabes Polri Gelar Konferensi Pers Malam Ini!

Geger Kabar Jenderal Ditangkap dan Diperiksa Propam, Mabes Polri Gelar Konferensi Pers Malam Ini!

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:33 WIB

Transportasi Publik Sudah Menjangkau 92,5 Persen Wilayah, Jakarta Kejar Target Kota Global 2045

Transportasi Publik Sudah Menjangkau 92,5 Persen Wilayah, Jakarta Kejar Target Kota Global 2045

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:31 WIB

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Ironi Women Empowerment: Standar Ganda di Balik Slogan Kesetaraan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:30 WIB

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:25 WIB

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

375 Peserta P3MD Dapat Arahan Langsung dari Prabowo di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Usai Raffi Ahmad Bantah Terlibat, Publik Pertanyakan Sumber Dana Deklarasi Pemuda

Video | Selasa, 03 November 2026 | 16:20 WIB

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 16:19 WIB

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

Polri Minta Personel Bercermin Usai Insiden Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:18 WIB

×