Viral Wanita Mengaku Giginya Rusak Akibat Efek Samping Hamil, Lho Kok Bisa?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 03 Mei 2021 | 09:58 WIB
Viral Wanita Mengaku Giginya Rusak Akibat Efek Samping Hamil, Lho Kok Bisa?
Ilustrasi gigi palsu. (Shutterstock)

Suara.com - Kehamilan dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti mual, muntah, sembelit, mulas, hingga varises. Tidak hanya itu, ternyata kehamilan juga memengaruhi kesehatan mulut.

Seorang wanita bernama Alicia, menceritakan kisahnya mengapa ia memakai gigi palsu snap on melalui unggahan video di TikTok.

"Selama kehamilanku, gigiku dengan cepat mulai rusak. Dari dalam ke luar. Kedua gigi kaninus terlepas dari garis gusi," kata Alicia dalam unggahannya, dilansir Health.

Beberapa giginya mulai hilang, hingga ia tidak berani tersenyum atau berbicara. Alicia mencoba menyembunyikan rasa sakitnya.

Ternyata Alicia tidak sendiri, ada banyak wanita hamil yang juga mengalami masalah kesehatan mulut. Ada warganet yang berkomentar bahwa ia memiliki gigi busuk, terkelupas, dan lebih dari setengahnya hilang akibat hiperemesis.

Alicia menunjukkan gigi palsunya (TikTok/Princess Glitterhead)
Alicia menunjukkan gigi palsunya (TikTok/Princess Glitterhead)

Tapi efek samping kehamilan ini dibantah oleh dokter gigi.

"Perubahan hormonal selama kehamilan dapat memengaruhi gusi, tetapi tidak memiliki hubungan langsung dengan lepasnya gigi," kata dokter gigi anak Elizabeth Laborde, DDS, dilansir Health.

Bahkan, tambah Laborde, kehamilan tidak dapat menyebabkan gigi berlubang serta hilangnya banyak gigi sampai-sampai membuat sang ibu harus menggunakan gigi palsu.

"Ini benar-benar kesimpulan yang tidak masuk akal," lanjutnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat sekitar 60 hingga 75 persen orang hamil mengalami gingivitis, tahap awal penyakit periodontal.

"Hal ini dapat menyebabkan gusi berdarah dan menjadi merah, bengkak akibat peradangan. Disebabkan oleh perubahan kadar progesteron dan estrogen," jelas Lisa Creaven, dokter gigi kosmetik yang berbasis di Irlandia.

Jika tidak diobati, radang gusi bisa menjadi cukup parah hingga menyebabkan gusi terinfeksi, yang berisiko besar menyebabkan lepasnya gigi.

Menurut March of Dimes, kehamilan juga bisa membuat gigi terasa lebih longgar akibat tingginya kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh. Hormon ini dapat mengendurkan jaringan dan tulang yang menahan gigi sementara waktu.

"Tetapi itu tidak menyebabkan gigi tanggal, meski bisa mengkhawatirkan," tambahnya.

American Dental Assocation (ADA) mengatakan kehamilan memang meningkatkan risiko gigi berlubang, tetapi ini tidak disebabkan oleh kehamilan itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suka Gigi Palsu dan Uban, Pria 31 Tahun Cuma Mau Kencan dengan Nenek-Nenek

Suka Gigi Palsu dan Uban, Pria 31 Tahun Cuma Mau Kencan dengan Nenek-Nenek

Lifestyle | Selasa, 13 April 2021 | 18:22 WIB

Sadis! Nenek-nenek Dirampok, Gigi Palsu Lepas, Darah Mengucur dari Telinga

Sadis! Nenek-nenek Dirampok, Gigi Palsu Lepas, Darah Mengucur dari Telinga

Kalbar | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 16:21 WIB

Prahara Gigi Palsu Online, Ibu Ini Syok Mulutnya Nyaris Tak Bisa Ditutup

Prahara Gigi Palsu Online, Ibu Ini Syok Mulutnya Nyaris Tak Bisa Ditutup

Lifestyle | Selasa, 28 April 2020 | 03:40 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB