Feses Bayi di Awal Kehidupan Bisa Prediksi Risiko Alergi

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Senin, 03 Mei 2021 | 12:13 WIB
Feses Bayi di Awal Kehidupan Bisa Prediksi Risiko Alergi
Ilustrasi bayi. (Unsplash/@irinamurza)

Suara.com - Feses bayi di awal-awal kehidupan mereka bisa menjadi prediktor alergi. Dalam hal ini, tahun pertama mungkin memberikan petunjuk penting tentang risiko alergi. 

Melansir Medicinenet, peneliti menganalisis sampel mekonium dari 100 bayi yang terdaftar di CHILD Cohort Study, sebuah studi kesehatan jangka panjang pada anak-anak di Kanada.

Mekonium adalah zat hijau tua yang terdiri dari apa yang dicerna dan dikeluarkan oleh janin saat berada di dalam rahim, dari sel kulit dan cairan ketuban hingga molekul yang disebut metabolit.

Bayi baru lahir biasanya mengeluarkan mekonium selama hari pertama kehidupan. Mekonium sendiri merupakan istilah medis yang diartikan sebagai feses pertama bayi. Normalnya, mekonium dikeluarkan oleh bayi setelah ia lahir.

Studi tersebut menemukan bahwa semakin sedikit jenis molekul yang dikandung mekonium bayi, semakin besar risiko anak terkena alergi pada usia satu tahun. Penemuan ini telah dipublikasikan pada jurnal Cell Reports Medicine.

"Analisis kami mengungkapkan bahwa bayi baru lahir yang mengembangkan sensitisasi alergi pada usia 1 tahun memiliki mekonium "kaya" yang jauh lebih sedikit saat lahir, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengembangkan sensitisasi alergi," kata rekan penulis senior studi Dr. Brett Finlay, profesor di Michael Smith Laboratories di universitas dan departemen biokimia dan biologi molekuler, serta mikrobiologi dan imunologi.

Para peneliti juga menemukan bahwa pengurangan molekul tertentu dikaitkan dengan perubahan pada kelompok bakteri utama yang memainkan peran penting dalam mikroba usus.

Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)
Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)

"Mekonium itu seperti kapsul waktu, mengungkapkan apa yang terpapar pada bayi sebelum ia lahir. Makonium mengandung semua jenis molekul yang ditemukan dan terkumpul dari ibu saat di dalam rahim, dan kemudian menjadi sumber makanan awal bagi mikroba usus paling awal," jelas penulis studi Dr. Charisse Petersen, rekan peneliti di departemen pediatri UBC.

"Pekerjaan ini menunjukkan bahwa perkembangan sistem kekebalan tubuh yang sehat dan mikrobiota sebenarnya dapat dimulai jauh sebelum seorang anak lahir dan menandakan bahwa molekul kecil yang terpapar pada bayi di dalam rahim memainkan peran mendasar dalam kesehatan di masa depan," kata Petersen.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Hamil Pandeglang Jatuh Ditandu Menuju Puskesmas, Bayi Kembar Meninggal

Ibu Hamil Pandeglang Jatuh Ditandu Menuju Puskesmas, Bayi Kembar Meninggal

Banten | Senin, 03 Mei 2021 | 08:29 WIB

Alhamdulillah Donasi Terkumpul, Bayi Tanpa Lubang Anus Bisa Operasi

Alhamdulillah Donasi Terkumpul, Bayi Tanpa Lubang Anus Bisa Operasi

Sulsel | Senin, 03 Mei 2021 | 04:00 WIB

Ibu Hamil yang Konsumsi Obat Cacing Akan Kurangi Risiko Kematian Bayi

Ibu Hamil yang Konsumsi Obat Cacing Akan Kurangi Risiko Kematian Bayi

Health | Minggu, 02 Mei 2021 | 16:55 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×