Suara.com - Lahir dan besar di Yogyakarta tak lantas membuat Cahya Simfoni Fabiola akrab dengan tradisi dan bahasa Jawa sejak kecil. Namun, panggilan hati membawa musisi flute muda generasi Z ini menempuh jalan yang unik: mengabdi sebagai Abdi Dalem di Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) dengan gelar Nyi Rasmiwaditro.
Dalam LEKAT kali ini, Cahya membagikan kisah perjalanannya. Mulai dari pengaruh sang ayah yang juga seorang musisi, lika-liku masa perkuliahan di ISI Yogyakarta, perjuangan melewati masa magang 2 tahun di Kraton, hingga momen paling berkesan saat tampil solo membawakan lagu "Lir-Ilir" langsung di hadapan Sri Sultan Hamengkubuwono X dan keluarga Kraton.
Ia juga bercerita tentang bagaimana lingkungan Kraton dan para senior membantunya bangkit saat sempat kehilangan motivasi bermusik, serta bagaimana ia belajar merawat tradisi di tengah gempuran modernitas. Sebuah kisah inspiratif tentang pembuktian bahwa menjadi keren dan kekinian tidak harus membuat kita melupakan akar budaya.
Simak kisah selengkapnya dalam video ini!