Paparan Polusi Turunkan Kemampuan Otak Pria, Terutama Terkait Bahasa

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Rabu, 05 Mei 2021 | 08:26 WIB
Paparan Polusi Turunkan Kemampuan Otak Pria, Terutama Terkait Bahasa
Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)

Suara.com - Paparan polusi udara, bahkan hanya untuk beberapa minggu dapat mengganggu kemampuan pria lansia untuk berpikir dan berbicara dengan jelas. Hal ini dinyatakan oleh penelitian yang terbit pada jurnal Nature Aging.

Melansir dari Independent, para peneliti mempelajari hampir 1.000 pria kulit putih dari Greater Boston dengan usia rata-rata 69 tahun.

Para ilmuwan yang dipimpin Universitas Columbia menemukan bahwa kemampuan kognitif pria tersebut turun setelah lonjakan polusi udara dalam 28 hari sebelum pengujian.

Mereka yang terkena tingkat PM2.5, polusi partikel yang biasanya disebabkan oleh asap lalu lintas, pembakaran bahan bakar, dan kebakaran hutan yang lebih tinggicenderung tampil lebih buruk dalam tugas-tugas seperti kefasihan verbal, memori kata, dan mengingat angka.

Kondisi ini bahkan terlihat ketika tingkat polusi tetap di bawah ambang batas keamanan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 10 mikrogram per meter kubik.

Namun penelitian baru ini juga menemukan bahwa pria yang mengonsumsi aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid lainnya, yang dikenal sebagai NSAID, tampaknya tidak mengalami penurunan kognitif yang sama akibat paparan polusi udara.

Ilustrasi polusi udara di Cina. [AFP]
Ilustrasi polusi udara di Cina. [AFP]

Para peneliti menyarankan NSAID, terutama aspirin dapat memoderasi peradangan saraf  atau perubahan aliran darah ke otak yang dipicu oleh menghirup polusi.

“Terlepas dari peraturan tentang emisi, lonjakan polusi udara jangka pendek tetap sering terjadi dan berpotensi mengganggu kesehatan, termasuk pada tingkat di bawah yang biasanya dianggap berbahaya,” kata penulis senior Dr Andrea Baccarelli, ketua Departemen Ilmu Kesehatan Lingkungan Columbia.

"Konsumsi aspirin atau obat anti-inflamasi lainnya tampaknya mengurangi efek ini, meskipun perubahan kebijakan untuk lebih membatasi polusi udara masih diperlukan," imbuhnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Sering Terpapar Polusi Sejak Dini Tingkatkan Risiko Masalah Mental

Studi: Sering Terpapar Polusi Sejak Dini Tingkatkan Risiko Masalah Mental

Health | Jum'at, 30 April 2021 | 13:12 WIB

Profesor Ini Ungkap Dampak Polusi Udara Bisa Sebabkan Ukuran Penis Mengecil

Profesor Ini Ungkap Dampak Polusi Udara Bisa Sebabkan Ukuran Penis Mengecil

Jatim | Jum'at, 26 Maret 2021 | 06:31 WIB

Penggiat Lingkungan Hidup Ingin Tumbuhkan Kesadaran Pentingnya Udara Bersih

Penggiat Lingkungan Hidup Ingin Tumbuhkan Kesadaran Pentingnya Udara Bersih

Bisnis | Selasa, 16 Maret 2021 | 10:45 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB