Kondisi Kritis, Partai Oposisi India Serukan Lockdown Nasional

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 05 Mei 2021 | 12:21 WIB
Kondisi Kritis, Partai Oposisi India Serukan Lockdown Nasional
Sejumlah pasien COVID-19 dirawat di dalam bangsal yang penuh sesak di sebuah rumah sakit di New Delhi, India, Sabtu (1/5/2021). India mencatat lebih dari 400.000 kasus COVID-19 baru untuk pertama kalinya saat gelombang kedua virus corona melanda negara tersebut. Upaya vaksinasi besar-besaran negara itu terhambat di beberapa daerah karena kekurangan pasokan vaksin. ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui/pras.

Suara.com - Partai oposisi utama India menyerukan penguncian atau lockdown nasional penuh tidak lama setelah negara tersebut melaporkan lebih dari 20 juta infeksi virus corona Covid-19.

Menurut juru bicara partai Kongres Nasonal India, layanan kesehatan di negaranya sudah runtuh secara virtual sehingga perlu diterapkan lockdown nasional untuk memutus rantai penularan.

"Kami sekarang dipaksa, tidak ada pilihan, (kami) harus menggunakan penguncian nasional untuk memutus rantai, untuk memulihkan beberapa ketertiban di layanan kesehatan," kata seorang juru bicara Kongres, dilansir BBC pada Rabu (5/5/2021).

Pemimpin senior partai tersebut, Rahul Gandhi, juga mencuit bahwa penguncian merupakan satu-satunya pilihan karena kurangnya strategi dari pemerintah.

"Sebaliknya, mereka mengizinkan, secara aktif membantu virus mencapai tahap sekarang di mana tidak ada cara lain untuk menghentikannya. Sebuah kejahatan telah dilakukan terhadap India," kata Gandhi dalam cuitannya, Selasa (4/5/2021).

Cuitan Rahul Gandhi (Twitter/Rahul Gandhi)
Cuitan Rahul Gandhi (Twitter/Rahul Gandhi)

Seruan untuk penutupan nasional kedua juga datang dari para pemimpin bisnis, pakar kesehatan internasional, dan politisi senior lainnya.

Namun, Perdana Menteri India Narendra Modi menolak langkah tersebut karena dampaknya terhadap ekonomi. Menurutnya, pertimbangan pembatasan seharusnya hanya dijadikan pilihan terakhir.

Memang, penguncian menyebabkan output ekonomi India turun dengan rekor 24% antara April dan Juni 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemerintah mengatakan bahwa penguncian nasional lainnya akan memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi perekonomian.

baca juga

Tahun lalu Modi dikecam keras karena memberlakukan penguncian nasional dengan pemberitahuan kurang dari empat jam. Menyebabkan krisis kemanusiaan karena puluhan ribu pekerja migran tidak memiliki pekerjaan dan terpaksa berjalan ratusan kilometer ke desa asal mereka.

Tetapi banyak negara bagian masih memberlakukan pembatasan. Negara bagian utara Bihar menjadi yang terbaru mengumumkan penguncian penuh. Sementara itu, Delhi, dan Mumbai juga berada di bawah pembatasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! 8 Singa di Kebun Binatang India Dinyatakan Positif COVID-19

Waduh! 8 Singa di Kebun Binatang India Dinyatakan Positif COVID-19

Health | Rabu, 05 Mei 2021 | 10:12 WIB

Dihantam Tsunami Covid-19, Singa-singa di India Ikut Terpapar Corona

Dihantam Tsunami Covid-19, Singa-singa di India Ikut Terpapar Corona

News | Rabu, 05 Mei 2021 | 08:01 WIB

Daging Kerbau Beku asal India Hilang dari Pasaran, Ada Permainan?

Daging Kerbau Beku asal India Hilang dari Pasaran, Ada Permainan?

Jabar | Rabu, 05 Mei 2021 | 08:00 WIB

Terkini

Dari Sebentar Saja Jadi Berjam-jam: Jebakan Doomscrolling Sebelum Tidur?

Dari Sebentar Saja Jadi Berjam-jam: Jebakan Doomscrolling Sebelum Tidur?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 18:00 WIB

Rencana Impor KRL Bekas Jepang, Kemenperin: Belum Regulasi yang Mengatur

Rencana Impor KRL Bekas Jepang, Kemenperin: Belum Regulasi yang Mengatur

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 17:58 WIB

Aduan Warga Jateng Tak Boleh 'Menggantung', Ahmad Luthfi: Maksimal 24 Jam Harus Direspons!

Aduan Warga Jateng Tak Boleh 'Menggantung', Ahmad Luthfi: Maksimal 24 Jam Harus Direspons!

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 17:58 WIB

Pohon Berukuran Raksasa Tumbang Dekat Stasiun UI, KRL Lintas Bogor Sempat Tertahan

Pohon Berukuran Raksasa Tumbang Dekat Stasiun UI, KRL Lintas Bogor Sempat Tertahan

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:57 WIB

Usut Suap Bupati Bekasi, KPK Sasar Aset Mewah Anggota Polri di Subang

Usut Suap Bupati Bekasi, KPK Sasar Aset Mewah Anggota Polri di Subang

Bekaci | Rabu, 30 September 2026 | 17:53 WIB

Gus Ipul Dikabarkan Jadi Waketum PBNU: di Mana Saja Siap

Gus Ipul Dikabarkan Jadi Waketum PBNU: di Mana Saja Siap

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:51 WIB

Deretan 5 Gubernur Hadiri Apel Akbar, 243 Ribu 'Hansip Reborn' Resmi Dikumpulkan di Jateng!

Deretan 5 Gubernur Hadiri Apel Akbar, 243 Ribu 'Hansip Reborn' Resmi Dikumpulkan di Jateng!

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 17:50 WIB

Review Milk & Mocha Our Little Moments, Komik Hangat yang Bikin Gemas

Review Milk & Mocha Our Little Moments, Komik Hangat yang Bikin Gemas

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:49 WIB

The Veil Club Layer 2 Gaet Trinkieland, Hadirkan Eksplorasi Modest Wear Lewat Main Character Weekend

The Veil Club Layer 2 Gaet Trinkieland, Hadirkan Eksplorasi Modest Wear Lewat Main Character Weekend

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:48 WIB

Awas Ketagihan! 5 Street Food Legendaris Korea yang Paling Dicari Saat Musim Gugur

Awas Ketagihan! 5 Street Food Legendaris Korea yang Paling Dicari Saat Musim Gugur

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:46 WIB

×