Cek Risiko Kanker Usus, Berapa Kali Anda Buang Air Besar Setiap Hari?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 06 Mei 2021 | 20:39 WIB
Cek Risiko Kanker Usus, Berapa Kali Anda Buang Air Besar Setiap Hari?
Ilustrasi buang air besar (Unsplash/Giorgio Trovato)

Suara.com - Kanker usus adalah kanker yang dimulai dari usus besar, yakni bagian dari sistem pencernaan yang mencakup usus besar dan rektum. Saat sel kanker mulai berkembang biak di area tubuh itu, proses pencernaan pun bisa terganggu.

Akibatnya, penderita akan mengalami kebiasaan buang air besar yang berubah. Sejak lama, sembelit dan jarang buang air besar sudah dianggap sebagai faktor risiko kanker usus.

Sebuah Penelitian dalam jurnal Elsevier menunjukkan frekuensi buang air besar yang lebih tinggi juga meningkatkan risiko penyakit mematikan. Para peneliti pun mengambil data dari studi EPIC-Norfolk untuk menyelidiki hal tersebut.

Studi ini melibatkan 25.663 pria dan wanita berusia antara 45 dan 79 tahun yang tinggal di Norfolk, Inggris Raya. Mereka membuat 3 kategori untuk menilai frekuensi buang air besar para peserta, yakni kurang dari 4 sampai 5 kali buang air besar per minggu, 7 kali buang air besar per minggu dan lebih dari 2 sampai 3 kali buang air besar per hari.

Setelah melakukan analisis, para peneliti menemukan bahwa buang air besar lebih dari 2 hingga 3 kali per hari berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus secara signifikan, dibandingkan dengan buang air besar 1 kali sehari.

Ilustrasi usus, organ dalam tubuh (Pixabay/Elionas2)
Ilustrasi usus, organ dalam tubuh (Pixabay/Elionas2)

Mereka juga menemukan orang yang lebih jarang buang air besar justru menunjukkan risiko kanker usus yang lebih rendah. Selain itu, tekstur feses yang encer atau diare juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus 3 kali lipat.

NHS pun menyarankan semua orang untuk mengunjungi dokter bila mengalami gejala kanker usus selama 3 minggu atau lebih. Menurut NHS, dokter pasti akan menanyakan tentang gejala yang dirasakan pasien dan riwayat kanker usus di keluarga saat pemeriksaan.

Sayangnya dilansir dari Express, penyebab kanker usus masih belum jelas. Tapi, sebuah penelitian menunjukkan beberapa faktor bisa meningkatkan risiko kanker usus, termasuk usia, genetika, dan gaya hidup.

Orang yang memiliki satu atau lebih faktor risiko bukan berarti pasti akan terkena kanker usus. Penelitian ini menunjukkan bahwa banyak makan daging merah dan olahan bisa meningkatkan risiko kanker usus, tak hanya penyakit jantung.

baca juga

Daging olahan adalah segala daging yang telah diolah untuk diawetkan dan/atau ditambahkan perasa. Misalnya bacon, salami, sosis, daging kaleng dan chicken nugget.

Faktor lain yang meningkatkan risiko kanker usus, termasuk kelebihan berat badan atau obesitas, aktivitas fisik, merokok, minum alkohol, usia dan riwayat keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Probiotik Bagus untuk Kesehatan, Berikut 4 Manfaatnya yang Jarang Diketahui

Probiotik Bagus untuk Kesehatan, Berikut 4 Manfaatnya yang Jarang Diketahui

Health | Selasa, 04 Mei 2021 | 12:58 WIB

Pria Ini Ancam Buang Air Besar di Celana Saat Kerja, Alasan Bikin Melongo

Pria Ini Ancam Buang Air Besar di Celana Saat Kerja, Alasan Bikin Melongo

Hits | Selasa, 13 April 2021 | 20:52 WIB

Hindari Sembelit selama Puasa, Santap 5 Buah Ini saat Berbuka

Hindari Sembelit selama Puasa, Santap 5 Buah Ini saat Berbuka

Health | Selasa, 13 April 2021 | 06:23 WIB

Terkini

Satgas PKH Tak Tangani Pidana Karhutla, Penindakan Diserahkan ke Polri dan Kejagung

Satgas PKH Tak Tangani Pidana Karhutla, Penindakan Diserahkan ke Polri dan Kejagung

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Mobil Listrik BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon Karena Alasan Keamanan

Mobil Listrik BYD Masuk Daftar Hitam Pentagon Karena Alasan Keamanan

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Baterai Samsung Galaxy S27 Pro dan S27 Ultra Terungkap, Kapasitas Makin Besar

Baterai Samsung Galaxy S27 Pro dan S27 Ultra Terungkap, Kapasitas Makin Besar

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Bapak Paling Jujur: Sindiran Tajam untuk Budaya Politik Pencitraan di Indonesia

Bapak Paling Jujur: Sindiran Tajam untuk Budaya Politik Pencitraan di Indonesia

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Bahasa Indonesia Era Gen Z: Bertahan, Berubah, atau Kehilangan Identitas?

Bahasa Indonesia Era Gen Z: Bertahan, Berubah, atau Kehilangan Identitas?

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:50 WIB

WALHI: Satgas PKH Bukan Pulihkan Hutan, tapi Konsolidasi Modal dan Ganti Pemain

WALHI: Satgas PKH Bukan Pulihkan Hutan, tapi Konsolidasi Modal dan Ganti Pemain

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:46 WIB

Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Indonesia Pimpin Ctif Council, Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme

Sumut | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang

Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang

Kaltim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Mulai Hari Ini, Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

Mulai Hari Ini, Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Arti Telinga Berdenging Sebelah Kanan Menurut Primbon Jawa vs Penjelasan Medis Tinnitus

Arti Telinga Berdenging Sebelah Kanan Menurut Primbon Jawa vs Penjelasan Medis Tinnitus

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:25 WIB

×