alexametrics

Temuan Terbaru, Vaksin Covid-19 Pertama Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Temuan Terbaru, Vaksin Covid-19 Pertama Bisa Lawan Varian Baru Virus Corona
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Pixabay/qimono)

Moderna temukan vaksin Covid-19 pertama yang bisa melawan varian baru virus corona.

Suara.com - Perusahaan Moderna di Amerika Serikat, mengklaim telah menemukan vaksin Covid-19 yang bisa menetralkan atau melawan varian baru virus corona Brasil dan Afrika Selatan.

Uji coba terbaru menemukan bahwa suntikan ketiga vaksin Covid-19 sekarang ini maupun suntikan vaksin ekperimental terbaru mampu meningkatkan kekebalan terhadap kedua varian virus corona tersebut.

Sebelumnya, suntikan penguat vaksin Covid-19 kepada para sukarelawan terbukti meningkatkan antibodi terhadap versi asli virus corona Covid-19/ Data awal ini berasal dari uji coba suntikan vaksin Moderna pada 40 orang dan suntikan vaksin eksperimental terbaru untuk melawan varian virus corona Afrika Selatan, yang disebut mRNA-1273.351.

Dua minggu setelah suntikan kedua, perusahaan Moderna mengatakan suntikan ketiga dan suntikan vaksin Covid-19 yang diperbarui ini bisa meningkatkan antibodi dalam darah yang bisa melawan dua varian baru virus corona tersebut.

Baca Juga: WHO Umumkan Tiga Varian Corona Paling Ganas, Dua Sudah Ada di Indonesia

Tapi, vaksin Covid-19 yang diperbarui ini (mRNA-1273.351) dan vaksin yang dirancang khusus untuk memerangi varian baru virus corona Afrika Selatan dan Brasil berhasil meningkatkan antibodi penetral lebih tinggi daripada suntikan vaksin sebelumnya.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Sementara itu, tim dari Pfizer BioNTech yang memiliki vaksi serupa dengan vaksin Moderna dan AstraZeneca juga masih dalam proses mengembangkan vaksin olahan terhadap varian baru virus corona Afrika Selatan (B1351) dan varian baru virus corona Brasil (P1).

"Kami akan terus melakukan pembaruan Sebanyak mungkin pada vaksin Covid-19 buatan kami, bila itu diperlukan untuk mengendalikan pandemi," kara Stephane Bencel, kepala eksekutif Moderna dikutip dari The Sun.

Kabar baik tentang vaksin Moderna terhadap varian baru virus corona ini muncul, karena data dari Office for National Statistic (ONS) menunjukkan bahwa angka kematian akibat virus corona Covid-19 turun 28 persen.

Meski begitu, beberapa ahli masih memperingatkan bahwa varian mutan yang muncul, seperti di India dan Brasil tetap perlu diwaspadai dan tidak ada yang aman.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Bisa Picu Pembengkakan Kelenjar Getah Bening, Ini Fungsinya

"Cara tetap aman adalah memastikan vaksin Covid-19 tersedia secara luas untuk semua orang," jelas Anna Marriott, manajer kebijakan kesehatan di Oxfam.

Komentar