Penyesalan Terkait Percintaan Tidak Mengubah Perilaku di Masa Depan

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 11 Mei 2021 | 10:00 WIB
Penyesalan Terkait Percintaan Tidak Mengubah Perilaku di Masa Depan
Ilustrasi penyesalan. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Hampir semua orang memiliki sebuah penyesalan tak terlupakan, salah satunya yang berhubungan dengan cinta, seks, dan hubungan romansa. Misalnya, menyesal karena kehilangan kesempatan, atau pernah berselingkuh sebelumnya.

Banyak yang mengatakan penyesalan tersebut akan mengubah perilaku di masa depan. Tapi benarkah demikian?

Sayangnya, sebuah studi longitudinal yang terbit di jurnal Evolutionary Psychology membuktikan sebaliknya, bahwa penyesalan tersebut tidak memicu perubahan di masa depan.

Sebab, penyesalan tampaknya bukan emosi adaptif dalam arti merangsang perubahan perilaku yang berarti.

Dalam studi ini, dilansir Psychology Today, setelah peneliti mensurvei ratusan mahasiswa Norwegia, mereka menemukan bahwa penyesalan tidak memprediksi perubahan perilaku seksual di masa depan.

Ilustrasi Penyesalan Masa Tua. (pexels.com/@geralt)
Ilustrasi Penyesalan (pexels.com/@geralt)

Hasilnya menunjukkan, orang yang pernah menyesali hilangnya kesempatan dalam berkencan tidak akan mencari lebih banyak pasangan di bulan-bulan berikutnya.

Demikian pula pada orang yang menyesali hubungan casual seks tanpa ikatan, mereka tidak mengalami penurunan jumlah pasangan baru dari waktu ke waktu. Pola ini serupa pada pria dan wanita.

Menariknya, semakin banyak orang yang menyesal tentang casual sex selama survei pertama, semakin kecil kemungkinan mereka memasuki hubungan berkomitmen di survei kedua.

Artinya, penyesalan tentang casual sex tidak selalu berfungsi secara intuitif. Dengan kata lain, penyesalan ini tampaknya tidak mendorong orang untuk membuat perubahan dalam hidup yang akan mengurangi rasa penyesalan berikutnya.

baca juga

Namun, studi ini memiliki keterbatasan, yakni hanya didasarkan pada penelitian terhadap anak muda heteroseksual dan hanya berlangsung sekitar lima bulan saja.

Jadi, kemungkinan seiring bertambahnya usia atau periode waktu yang lebih lama orang-orang akhirnya dapat belajar dari penyesalan, atau melakukan lebih banyak ipaya untuk mengubah perilaku di masa mendatang.

Selain itu, ada kemungkinan jenis penyesalan lain (terutama penyesalan yang berpusat pada hal-hal selain casual sex) lebih dapat memprediksi perubahan perilaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyesalan Daniel Wenas Pasca Meninggalnya Raditya Oloan

Penyesalan Daniel Wenas Pasca Meninggalnya Raditya Oloan

Entertainment | Jum'at, 07 Mei 2021 | 10:00 WIB

Penyesalan Mantan Suami Youn Yuh Jung, Akui Bodoh karena Pernah Selingkuh

Penyesalan Mantan Suami Youn Yuh Jung, Akui Bodoh karena Pernah Selingkuh

Lifestyle | Senin, 26 April 2021 | 15:05 WIB

Syok Positif Covid-19 Lagi, Atta Halilintar Ungkap Penyesalan Terbesar

Syok Positif Covid-19 Lagi, Atta Halilintar Ungkap Penyesalan Terbesar

Kalbar | Jum'at, 23 April 2021 | 03:25 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×