Sinopharm Masuk Daftar Penggunaan Darurat WHO

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Selasa, 11 Mei 2021 | 14:50 WIB
Sinopharm Masuk Daftar Penggunaan Darurat WHO
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - WHO telah memasukkan vaksin Covid-19 Sinopharm ke daftar penggunaan darurat, sekaligus memberi lampu hijau untuk diluncurkan vaksin tersebut secara global. Vaksin ini diproduksi dari Beijing Bio-Institute of Biological Products Co Ltd, yang merupakan anak perusahaan China National Biotech Group (CNBG).

Dalam situs resmi WHO menyebutkan, penambahan vaksin tersebut berpotensi mempercepat akses vaksin COVID-19 dengan cepat, sehingga bisa melindungi petugas kesehatan dan populasi yang berisiko.

Koordinator PMO Komunikasi Publik KPCPEN Arya Sinulingga menyambut baik keputusan tersebut, yang menyetujui vaksin Sinopharm masuk ke daftar penggunaan darurat.

Sebelumnya, BPOM juga telah menyampaikan terkait pengeluaran izin darurat terhadap vaksin Sinopharm. Tentunya, ini akan mempermudah penyediaan stok vaksin, sehingga vaksinasi bisa berlangsung baik.

Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito. (Media Briefing Pengawalan Keamanan, Khasiat, dan Mutu Vaksin COVID-19)
Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito. (Media Briefing Pengawalan Keamanan, Khasiat, dan Mutu Vaksin COVID-19)

“Dengan begitu kita berharap herd immunity bisa segera tercapai,” ungkap Arya Sinulingga, lewat keterangan rilis yang diterima Suara.com, Senin (10/5/2021).

Ia menambahkan, sejauh ini Pemerintah Indonesia telah mengamankan vaksin sejumlah 75.910.500 juta dosis. Adapun rincian dosis vaksin yakni Sinovac (68.500.000 dosis), AstraZeneca COVAX (6.410.500 dosis), dan Sinopharm (1 juta dosis). Ia berharap, masyarakat jangan ragu untuk divaksin.

“Dengan divaksinasi, tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang di sekitar kita,” jelasnya.

Sebelumnya, Badan POM juga telah memberikan izin penggunaan darurat/Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 produksi Sinopharm.

Menurut Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito, vaksin COVID-19 produksi Sinopharm sebelumnya telah dilakukan uji klinis fase 3 di Uni Emirat Arab, juga beberapa negara lainnya dengan 42.000 subjek uji.

Hasilnya, vaksin Sinopharm menunjukkan efikasi sebesar 78,02 persen, dan pengukuran imunogenisitas setelah 14 hari dosis kedua, juga subjek pembentukan antibodi sebesar 99,52 persen pada orang dewasa dan lansia.

Selain itu, keamanan vaksin dapat ditoleransi dengan baik, juga frekuensi kejadian atau efek samping sebesar 0,01 persen, bahkan efek samping ini sangat jarang. Tidak hanya itu, bagi kelompok di atas 60 tahun, dilaporkan juga tidak ada kejadian efek samping.  

Dari hasil uji klinik tersebut, Badan POM bersama Tim Ahli Komite Nasional Penilai Vaksin COVID-19, ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), dan para klinis lainnya menyimpulkan, vaksin tersebut memberikan profil keamanan dan efikasi yang baik.

“Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dan juga pertimbangan manfaat risiko, maka Badan POM telah menerbitkan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau EUA pada 29 April 2021. Dengan vaksin kemasan 1 vial berisi 0,5 mil (1 dosis) vaksin,” pungkas Penny K. Lukito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masjid Istiqlal Batal Gelar Sholat Idul Fitri karena COVID-19

Masjid Istiqlal Batal Gelar Sholat Idul Fitri karena COVID-19

Jakarta | Selasa, 11 Mei 2021 | 13:30 WIB

Waduh! Sebagian Warga India Percaya Mandi Kotoran Sapi Bisa Kebal Corona

Waduh! Sebagian Warga India Percaya Mandi Kotoran Sapi Bisa Kebal Corona

News | Selasa, 11 Mei 2021 | 13:22 WIB

Tinjau Pasar Mayestik, Anies: Banyak Pedagang Tidak Mudik

Tinjau Pasar Mayestik, Anies: Banyak Pedagang Tidak Mudik

News | Selasa, 11 Mei 2021 | 13:15 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB