Terlanjur Mudik Begini Saran Dokter Agar Bisa Terhindari Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 11 Mei 2021 | 20:36 WIB
Terlanjur Mudik Begini Saran Dokter Agar Bisa Terhindari Covid-19
Pemudik sepeda motor terjebak kemacetan saat melintasi posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) dini hari WIB. ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Suara.com - Meski larangan mudik telah digaungkan sejak awal Ramadhan, lalu lintas antar daerah tetap dipadati masyarakat yang bepergian. Bukan tanpa sebab mudik dilarang, tetapi juga untuk mencegah penularan virus corona makin menyebar luas. 

Lantas bagaimana jika sudah terlanjur tiba di kampung halaman? Tindakan pencegahan Covid-19 masih bisa dilakukan dengan taat melakukan protokol kesehatan. 

"Jadi kalau sudah terlanjur datang sampai kampung halaman atau tempat tersebut, pertama tetap protokol kesehatan. Kita boleh bertamu asal jarak 1 meter minimal. Kemudian pakai masker, semua orang itu aman apalagi kalau udara terbuka," saran dokter relawan Covid-19 dr. Fajri Addai dalam webinar Satgas Covid-19, Selasa (11/5/2021).

Kemudian, ketika akan kembali ke kota asal, dokter Fajri mengingatkan agar protokol kesehatan tetap dijalankan dengan disiplin selama perjalanan. Setibanya di tempat tujuan, disarankan untuk lakukan isolasi mandiri selama sepuluh hari. Lebih baik lagi jika melakukan tes swab.

Penyekatan di perbatasan Cianjur, Jawa Barat, terus diperketat sebagai upaya mempersempit ruang gerak pemudik Lebaran 2021 yang memaksakan diri untuk sampai ke kampung halamanya di berbagai wilayah di Jabar, Selasa (11/5/2021). (Antara/Ahmad Fikri)
Penyekatan di perbatasan Cianjur, Jawa Barat, terus diperketat sebagai upaya mempersempit ruang gerak pemudik Lebaran 2021 yang memaksakan diri untuk sampai ke kampung halamanya di berbagai wilayah di Jabar, Selasa (11/5/2021). (Antara/Ahmad Fikri)

"Selama isoman, jangan ketemu orang. Jika memang ada anggaran, untuk swab yaitu lebih baik lagi. Jika tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri sepuluh hari, berangkat ke kantor atau ke manapun itu penting untuk menjaga prokes," imbuhnya.

 Dokter Fajri mengingatkan agar masyarakat jangan merasa aman meski sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19. Sebab masih ada kemungkinan terinfeksi juga menularkan. Beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, dan Thailand telah membuktikan bahwa penerapan protokol kesehatan yang ketat sangat berpengaruh dalam mengekang penularan virus, paparnya.

"Pemerintah mengupayakan yang terbaik tapi masyarakat harus membantu. Mau sehebat apapun rencana, kalau masyarakat enggak siap dan gak mau ikut kerjasama itu nggak akan berhasil," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Parsel dengan Hamper Lebaran, Jangan Sampai Tertukar

Beda Parsel dengan Hamper Lebaran, Jangan Sampai Tertukar

News | Selasa, 11 Mei 2021 | 20:26 WIB

Jangan Sampai Perayaan Idul Fitri Jadi Klaster Baru Covid-19

Jangan Sampai Perayaan Idul Fitri Jadi Klaster Baru Covid-19

News | Selasa, 11 Mei 2021 | 20:26 WIB

Banyak Spanduk di Pekuburan Makassar, Tulisannya Seragam Bikin Merinding

Banyak Spanduk di Pekuburan Makassar, Tulisannya Seragam Bikin Merinding

Sulsel | Selasa, 11 Mei 2021 | 20:21 WIB

Terkini

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 07:27 WIB

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

News | Selasa, 29 September 2026 | 07:17 WIB

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:14 WIB

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

News | Selasa, 29 September 2026 | 06:51 WIB

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:46 WIB

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 06:41 WIB

Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:34 WIB

×