Vaksin Pfizer dan Moderna Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona India

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 12 Mei 2021 | 11:41 WIB
Vaksin Pfizer dan Moderna Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona India
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Pixabay/qimono)

Suara.com - Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan Moderna nampaknya efektif untuk melawan varian baru virus corona India. Hal ini ditemukan oleh para peneliti di Universitas Emory yang masih sangat dini.

Para peneliti melalui temuannya yang diunggah ke bioRxiv, mencari tahu seberapa kuat perlindungan dari infeksi virus corona sebelumnya dan suntik vaksin Covid-19 terhadap varian baru virus corona India tersebut.

Sebagian besar sampel darah dari orang yang pernah terinfeksi virus corona dan orang yang suntik vaksin Covid-19 menunjukkan mampu memblokir varian virus corona India menginfeksi tubuh.

Tim peneliti menguji 2 lusin sampel darah dari orang yang pernah terinfeksi virus corona, sampel dari 10 orang yang sudah menerima dua kali suntikan vaksin Pfizer dan 15 sampel dari orang yang sudah dua kali suntik vaksin Moderna.

Studi itu menemukan bahwa 79 persen sampel darah dari orang yang sebelumnya terinfeksi virus corona dan orang yang sudah suntik vaksin Covid-19 sama-sama mampu menangkal varian baru virus corona India.

Dengan kata lain, sekitar 20 persen sampel darah dari orang yang terinfeksi virus corona sebelumnya kehilangan kemampuan untuk menangkal varian virus corona India.

Sampel darah ini sendiri dikumpulkan sekitar 1 hingga 3 bulan setelah seseorang pulih dari virus corona Covid-19 dan sampel orang yang sudah vaksin Covid-19 sekitar 20 hingga 50 hari setelah dosis kedua vaksin mRNA.

"Hasil ini menunjukkan bahwa kekebalan dari vaksin mRNA kemungkinan bisa melindungi tubuh dari varian baru virus corona India," kata penelitian dikutip dari Fox News.

Karena varian baru virus corona India terus berkembang, jadi penting untuk memantau mutasi tambahan dalam lonjakan yang berdampak pada resistensi antibodi, penularan virus dan kemanjuran vaksin.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Dr Mehul Suthar, penulis studi terkait dan asisten profesor di Universitas Emory, mengatakan temuan itu menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan vaksinasi di India dan secara global, karena varian virus corona yang baru terus bermunculan dan beredar.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini meningkatkan status varian baru virus corona India menjadi "varian perhatian". Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakir (CDC) AS sekarang ini mengklasifikasikan varian baru virus corona itu sebagai varian minat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter India Temukan 40 Pasien Virus Corona Alami Infeksi Jamur Hitam

Dokter India Temukan 40 Pasien Virus Corona Alami Infeksi Jamur Hitam

Health | Rabu, 12 Mei 2021 | 09:21 WIB

Campuran Vaksin AstraZeneca dan Vaksin Pfizer Bisa Picu Efek Lebih Banyak

Campuran Vaksin AstraZeneca dan Vaksin Pfizer Bisa Picu Efek Lebih Banyak

Health | Rabu, 12 Mei 2021 | 08:17 WIB

Studi: Vaksin Covid-19 2 Kali Bantu Lawan Varian Baru Virus Corona

Studi: Vaksin Covid-19 2 Kali Bantu Lawan Varian Baru Virus Corona

Health | Selasa, 11 Mei 2021 | 19:25 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB