Terkuak, Jumlah Kasus Kematian Covid-19 Lebih Banyak dari yang Dilaporkan

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 18 Mei 2021 | 17:00 WIB
Terkuak, Jumlah Kasus Kematian Covid-19 Lebih Banyak dari yang Dilaporkan
Ilustrasi pasien Covid-19 (Pexels/ Andrea Piacquadio)

Suara.com - Sekelompok tim peneliti dari University of Washington Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) telah menemukan bukti bahwa jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19 jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan secara resmi.

Hasil tersebut diketahui setelah mereka menganalisis data kematian tiap negara yang mencakup faktor-faktor terkait pandemi virus corona.

Saat ini para ahli medis setuju bahwa sebenarnya jumlah kematian penderita Covid-19 lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh laporan pemerintah.

Pasalnya, dilansir dari Medical Xpress, banyak orang yang meninggal tidak tercatat sebagai korban Covid-19. Sebaliknya, mereka tercatat sebagai orang yang meninggal dengan sebab lain. Bahkan, beberapa kematian tidak tercatat sama sekali.

Untuk mengetahui faktanya, peneliti dari IHME menghitung perkiraan jumlah total kasus kematian di setiap negara dan menjumlahkannya untuk mengetahui total kematian secara global.

(Shutterstock)
Ilustrasi pasien Covid-19 meninggal (Shutterstock)

Studi ini melibatkan penyisiran catatan kematian dari setiap negara selama pandemi, kemudian membandingkan angka-angka tersebut dengan jumlah rerata kematian selama beberapa tahun terakhir.

Angka yang melebihi rata-rata diasumsikan sebagai kematian akibat Covid-19 atau faktor lain terkait pandemi, seperti peningkatan kemungkinan kematian akibat kanker karena sulit mencari pengobatan selama pandemi virus corona.

Setelah menganalisis data, para peneliti menemukan perbedaan besar antara penghitungan kematian resmi dengan yang mereka temukan.

Misalnya, di Mesir, melaporkan lebih dari 13.000 kematian, sedangkan jumlah IHME mencapai 170.000. Rusia melaporkan lebihi dari seratus ribu kematian, sementara tim IHME menemukan jumlahnya lebih dari 600 ribu.

baca juga

Peneliti juga menemukan jumlah kematian di AS yang kemungkinan hampir dua kali lipat dari yang dilaporkan. Contohnya pada 3 Mei kemarin, dalam laporan kasus kematian AS hanya 574.043, sementara IHME melihat jumlahnya mendekati 905.289.

Jadi, para peneliti akhirnya menemukan bahwa perkiraan kematian di seluruh dunia jauh lebih rendah daripada kematian yang sebenarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Ini India Laporkan Kematian Akibat Virus Corona Mendekati 4 Ribu Jiwa

Hari Ini India Laporkan Kematian Akibat Virus Corona Mendekati 4 Ribu Jiwa

Sumut | Sabtu, 15 Mei 2021 | 16:24 WIB

Birgaldo Meninggal, Ini Sebab Komorbid Tingkatkan Risiko Kematian Covid-19

Birgaldo Meninggal, Ini Sebab Komorbid Tingkatkan Risiko Kematian Covid-19

Health | Sabtu, 15 Mei 2021 | 17:10 WIB

India Melaporkan Kematian Akibat Covid-19 Mendekati 4.000 Jiwa Per Hari

India Melaporkan Kematian Akibat Covid-19 Mendekati 4.000 Jiwa Per Hari

Bogor | Sabtu, 15 Mei 2021 | 16:05 WIB

Terkini

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

The Lost Horizon

The Lost Horizon

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:31 WIB

×