alexametrics

Waspada! Penyakit Stroke Mengintai Pasca Lebaran

Bimo Aria Fundrika | Dian Kusumo Hapsari
Waspada! Penyakit Stroke Mengintai Pasca Lebaran
Ilustrasi stroke. (Shutterstock)

Menurut Dinda, faktor kondisi kesehatan seseorang turut memengaruhi munculnya gejala stroke bukan hanya sekedar dari makanan saja.

Suara.com - Saat lebaran tiba, banyak masyarakat yang tanpa sadar mengonsumsi makanan tinggi serat kalori dan gula berlebih. Budaya silahturahmi saat lebaran biasanya sulit membuat kita enolak makanan-makanan yang disajikan oleh pemilik rumah.

Apalagi, rata-rata makanan yang tersaji saat Lebaran itu mengandung banyak santan, seperti opor ayam, rendah hingga es buah. Berkurangnya aktivitas fisik saat lebaran, serta lupa minum obat dapat memicu berbagai penyakit mulai dari kolestrol, hipertensi hingga stroke.

Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Dinda Diafiri, Sp.S dokter spesialis saraf melalui live instagramnya bersama RSUI, Selasa (18/5/2021).

“Memang waktu Lebaran sudah lewat ya, nah sebelumnya kita sudah puasa satu bulan dan kita detox selama satu bulan dimana kadar gula kolestrol jadi lebih bagus lah. Tapi kan pas Lebaran makanannya berantakan kayak opor dan lainnya. Nah kerena makanannya tidak terkontrol, istilahnya bales dendam puasa sebulan dan lupa minum obat, bisa memicu stroke,” ujarnya.

Baca Juga: Kegiatan Kantor Sudah Mulai Kembali, Mari Rawat Sepeda Motor Kesayangan

Opor Ayam. (Laukita)
Opor Ayam. (Laukita)

Menurut Dinda, faktor kondisi kesehatan seseorang turut memengaruhi munculnya gejala stroke bukan hanya sekedar dari makanan saja.

Oleh sebab itu, Dinda pun menyarankan masyarakat untuk saat ini mengurangi mengkonsumsi makanan-makanan yang tinggi kalori dan tinggi gula. Hal tersebut untuk mencegah stroke itu terjadi.

“Banyak lakukan aktivitas fisik, kemarin kan puasa pasti olahraganya jarang-jarang, nah kalian bisa berolahraga 5 kali dalam seminggu. Terus konsumsi makanan-makanan yang bergizi dan bersih mulai dari buah hingga sayuran. Terus jika yang punya hipertensi harus sering-sering cek tekanan darah, karena 50 persen pasien hipertensi sangat rentan terkena stroke. Jadi jangan disepelekan, supaya penanganannya bisa lebih cepat,” ujarnya.

Dinda pun menyatakan bahwa, pemeriksaan kesehatan jangan hanya dijadikan agenda setelah Lebaran atau liburan. Namun perlu dilakukan secara berkala. Agar kita tahu perkembangan kesehatan diri kita masing-masing sebelum timbul penyakit lainnya.

Baca Juga: Warga Cianjur Buang 210 Ton Sampah Selama Liburan Idul Fitri

Komentar