AIMI: Banyak Promo Makanan Minuman Pengganti ASI yang Kebablasan

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 22 Mei 2021 | 14:05 WIB
AIMI: Banyak Promo Makanan Minuman Pengganti ASI yang Kebablasan
Ilustrasi ibu menyusui. (Elements Envato)

Suara.com - Baik dunia maupun Indonesia sepakat bahwa air susu ibu atau ASI adalah makanan terbaik di 2 tahun pertama kehidupan. Itulah kenapa gencar pelarangan promosi produk susu atau makanan bayi yang diklaim lebih menyehatkan dari ASI, lewat program Kode Internasional.

Kode Internasional adalah aturan dan standar untuk mendukung ibu memberikan ASI, dengan pelarangan promosi berlebihan dari produk makanan dan minuman bayi.

Inisiator WA BOT Laporan Pelanggaran Kode Internasional, AIMI Pusat, Dr. Irma Hidayana, MPH, menyoroti masifnya penggunaan internet di media sosial dimanfaatkan promosi makanan dan minuman bayi berlebihan.

"Kadang kebablasan menggunakan klaim-klaim kesehatan yang tidak terbukti secara ilmiah kebenarannya. 'Kalau minum ini anak saya jadi lebih sehat', 'Kalau minum ini anak saya alerginya hilang karena mengandung A,B,C,D lambang kimia makanan'," ungkap Irma dalam konferensi pers virtual, Sabtu (22/5/2021).

Mirisnya, banyak ibu dan orangtua yang merasa berwawasan, dengan mudah termakan promosi ini dengan bahasa yang dikemas lebih intelektual. Padahal data dan bukti penelitian tidak bisa ditinjau lebih lanjut.

"Ibu-ibu atau keluarga yang memiliki pendidikan menengah ke atas, pasti melihat, 'Wah, saya berpendidikan, modern, saya percaya produk-produk yang memiliki nutritionist label'," tutur Irma.

Padahal menurut Irma, itu tidak lebih dari taktik dan strategi marketing atau penjualan. Sedangkan kode internasional tegas melarang promosi produk pengganti ASI, apalagi jika sampai dikemas atau diiklankan dengan berlebihan.

"Jadi kita ingin untuk menghentikan, mari sama-sama secara kolektif untuk menghentikan semua upaya taktik marketing, pemasaran, dan pengiklanan," jelas Irma.

Dan yang lebih menyedihkan, promosi ini bukan hanya menargetkan orangtua dan keluarga semata, tapi juga tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, semata-mata agar produk pengganti ASI terjual.

baca juga

"Ini yang tidak patut, dan harus dihentikan demi kesehatan anak-anak kita," tegas Irma.

Meski begitu sebagai anggota Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), pihaknya tidak melarang produsen membuat aneka ragam produk minuman dan makanan untuk anak kecil.

Namun kata Irma, yang dilarang adalah taktik pemasaran menggunakan klaim yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, hanya dalih mengandung berbagai istilah gizi yang disebut bisa lebih menyehatkan.

"Kode internasional berlaku yang diperbaharui setiap saat, dan di antaranya tertera, semua pemasaran produk makanan bayi dan anak dari umur 0 sampai 36 bulan atau 3 tahun tidak boleh dipasarkan," pungkas Irma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Penasaran, Wanita Ini Nikmati Perawatan Wajah Pakai ASI Temannya

Bikin Penasaran, Wanita Ini Nikmati Perawatan Wajah Pakai ASI Temannya

Riau | Senin, 17 Mei 2021 | 21:38 WIB

3 Kebaikan Minum Susu Kedelai bagi Ibu Menyusui, Bikin ASI Lancar

3 Kebaikan Minum Susu Kedelai bagi Ibu Menyusui, Bikin ASI Lancar

Your Say | Sabtu, 08 Mei 2021 | 15:10 WIB

Bun, Lakukan 4 Hal Ini Jika ASI Tak Keluar Saat Bayi Lahir

Bun, Lakukan 4 Hal Ini Jika ASI Tak Keluar Saat Bayi Lahir

Health | Jum'at, 30 April 2021 | 18:41 WIB

Terkini

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

×