Keren, Mahasiswi Ini Ciptakan Tes Darah untuk Deteksi Kelahiran Prematur

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Minggu, 23 Mei 2021 | 15:11 WIB
Keren, Mahasiswi Ini Ciptakan Tes Darah untuk Deteksi Kelahiran Prematur
Ilustrasi Bayi Prematur. (Shutterstock)

Suara.com - Persalinan prematur cukup sulit diprediksi. Tetapi sekali terjadi, konsekuensinya bisa membahayakan, termasuk komplikasi jangka panjang dan jangka pendek yang memengaruhi paru-paru, jantung, dan otak bayi.

Berangkat dari masalah tersebut, seorang wanita bernama Mira Moufarrej telah mengembangkan tes darah sederhana yang dapat mengidentifikasi kehamilan yang punya risiko lahir prematur.

Selain kelahiran prematur, tes ini juga dapat mendeteksi masalah preeklamsia, secara akurat dan dapat diketahui sedari awal.

Pada April lalu, penemuan dari mahasiswi pascasarjana bioteknologi Stanford ini memenangkan 15 ribu USD (sekitar Rp215,6 juta) sebagai penerima 2021 Lemelson-MIT Student Prize, lapor Insider.

Wanita 26 tahun itu berharap peneluannya dapat mengurangi komplikasi medis, serta biaya, dan menolong banyak nyawa.

Ilustrasi bayi prematur. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi prematur. (Shutterstock)

"Tes darah ini dapat memberdayakan ibu dengan data konkret untuk lebih kuat melakukan advokasi bagi diri mereka sendiri selama kehamilan dan mencari perawatan medis yang tepat sejak dini," kata Moufarrej.

Pengembangan penemuan

Pertama-tama, dokter akan mengambil darah dari pasien yang hamil, kemudian alat bekerja dengan mengukur "cell-free messenger RNA", yang merupakan bagian dari plasma darah.

Tidak seperti DNA, yang hanya bisa mengukur aspek statis kehamilan seperti kelainan kromosom, RNA dapat berubah seiring waktu dan mencerminkan bagaimana janin berkembang di dalam kandungan.

baca juga

Tetapi menemukan subset molekul RNA yang tepat dari ribuan tidaklah mudah, dan sesuatu yang telah dikerjakan para ilmuwan selama bertahun-tahun.

Penemuan Moufarrej, yang melibatkan kerja sama dengan insinyur, ilmuwan, dan dokter kandungan lain, bersifat inkremental atau berkembang secara berkala.

"Anda perlu memiliki teknologi. Anda perlu memiliki sumber informasi. Dan kemudian Anda perlu melihat apakah sumber informasi tersebut berisi informasi yang berguna dari konteks klinis," tutur Moufarrej.

Sekarang, tes tersebut sedang diuji pada wanita di seluruh dunia untuk memastikan keefektifannya. Peneliti akan melihat seberapa cocok prediksi tes dengan hasil empirisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Bayi Laki-Laki Prematur 'Menua' Lebih Cepat dari Umur Sebenarnya

Studi: Bayi Laki-Laki Prematur 'Menua' Lebih Cepat dari Umur Sebenarnya

Health | Jum'at, 21 Mei 2021 | 18:09 WIB

Studi: Bayi Laki-Laki Prematur Bisa Menua Lebih Cepat saat Dewasa

Studi: Bayi Laki-Laki Prematur Bisa Menua Lebih Cepat saat Dewasa

Health | Selasa, 18 Mei 2021 | 13:15 WIB

Risiko Ibu Hamil Kekurangan Nutrisi, Lahir Prematur hingga Cacat Lahir

Risiko Ibu Hamil Kekurangan Nutrisi, Lahir Prematur hingga Cacat Lahir

Health | Sabtu, 08 Mei 2021 | 04:35 WIB

Terkini

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Saja!

Acuhkan Komentar Eks Mendag Luftfi, Bos OJK: Kita Kerja Saja!

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Bahlil Sebut Ketum Partai Jangan Kebanyakan Pidato

Bahlil Sebut Ketum Partai Jangan Kebanyakan Pidato

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Bawa Keranda Bertuliskan Keadilan, Mahasiswa Jayabaya Kritik Dua Tahun Prabowo-Gibran

Bawa Keranda Bertuliskan Keadilan, Mahasiswa Jayabaya Kritik Dua Tahun Prabowo-Gibran

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:14 WIB

Soal Polemik Ijazah Gibran, Bahlil: Golkar Taat Hukum

Soal Polemik Ijazah Gibran, Bahlil: Golkar Taat Hukum

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Uang Hingga Perhiasan Ditemukan Penyidik KPK di Rumah Dinas Bupati Klaten

Uang Hingga Perhiasan Ditemukan Penyidik KPK di Rumah Dinas Bupati Klaten

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:57 WIB

×