Perusahaan AS Ciptakan Alat Pencitraan Baru untuk Kanker Prostat, Begini Cara Kerjanya

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Jum'at, 28 Mei 2021 | 15:21 WIB
Perusahaan AS Ciptakan Alat Pencitraan Baru untuk Kanker Prostat, Begini Cara Kerjanya
Ilustrasi kanker prostat. [Shutterstock]

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika telah menyetujui sebuah alat pencitraan baru yang dapat mendeteksi kanker prostat yang sudah menyebar ke bagian lain tubuh.

Menurut perusahaan pencitraan medis Lantheus yang menciptakan alat tersebut, alat ini dapat memberikan bantuan visual kepada para dokter agar dapat menghilangkan sel kanker prostat metastatik yang sebelumnya sulit dikenali.

Secara global, kanker prostat diperkirakan menempati posisi keempat dalam kanker paling umum yang diderita manusia setelah kanker paru-paru, payudara, dan kolorektal.

Ketika kanker prostat menyebar, seringkali sel kankernya akan memengaruhi tulang. Hal ini membuatnya sulit untuk dideteksi menggunakan alat pencitraan tradisional.

"Sangat sulit untuk mengambil gambar tentang apa yang sudah terjadi di dalam tulang," kata Michael Morris, ahli onkologi medis di Memorial Sloan Kettering Cancer Center di New York City.

Alat pencitraan kanker prostat baru (YouTube/Today)
Alat pencitraan kanker prostat baru (YouTube/Today)

Menurutnya, dilansir Today, alat pencitraan tradional cenderung baru akan menemukan masalah pada jaringan di sekitar tulang setelah kerusakan terjadi.

"Sekarang kami tidak perlu menunggu itu. Kami bisa mendeteksinya jauh lebih jelas dan lebih awal," sambung Morris.

Teknik baru ini menggunakan molekul pelacak untuk mencari protein yang ditemukan pada sebagian besar sel kanker prostat, yakni antigen membran khusus prostat (PSMA). Pelacak, yang disuntikkan ke dalam aliran darah, menerangi sel-sel tersebut selama pemindaian PET.

Persetujuan baru ini akan menjadi pelacak pertama untuk kanker prostat stadium lanjut yang tersedia secara komersial.

baca juga

Tetapi, alat pemindaian ini tidak dimaksudkan untuk mengganti pengujian Prostat Specific Antigen (PSA), alat skrining kanker prostat yang digunakan untuk mendeteksi adanya sel kanker.

Sebaliknya, alat ini dimaksudkan bagi pasien yang sudah didiagnosis dengan kanker prostat, yang mana mengalami peningkatan kadar PSA setelah menjalani pengobatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Membaik Usai Operasi, Kak Seto : Bukan Sakit Kanker Prostat

Kondisi Membaik Usai Operasi, Kak Seto : Bukan Sakit Kanker Prostat

Entertainment | Rabu, 05 Mei 2021 | 02:50 WIB

Biopsi Kanker Prostat Kini Bisa Pakai Robot

Biopsi Kanker Prostat Kini Bisa Pakai Robot

Health | Kamis, 18 Februari 2021 | 09:22 WIB

Jarang Bercinta Bikin Kanker Prostat dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lain

Jarang Bercinta Bikin Kanker Prostat dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lain

Health | Rabu, 17 Februari 2021 | 21:20 WIB

Terkini

Cuaca Terik? Ini Warna Baju yang Sebaiknya Dihindari agar Tidak Makin Kepanasan

Cuaca Terik? Ini Warna Baju yang Sebaiknya Dihindari agar Tidak Makin Kepanasan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas, Bahas Khusus Jerat Hukum Karhutla

Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas, Bahas Khusus Jerat Hukum Karhutla

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Sambut 5 Abad Jakarta, FIA Rallycross World Cup 2026 Digelar 5-6 Desember di Ancol

Sambut 5 Abad Jakarta, FIA Rallycross World Cup 2026 Digelar 5-6 Desember di Ancol

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Bolehkah Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Setiap Hari? Ini Aturannya!

Bolehkah Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Setiap Hari? Ini Aturannya!

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:46 WIB

30 Tahun Karhutla Tak Beres, Pengamat Cemas Kesenjangan Pendidikan Daerah Kian Melebar

30 Tahun Karhutla Tak Beres, Pengamat Cemas Kesenjangan Pendidikan Daerah Kian Melebar

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Jadwal dan Prediksi Liga Champions Malam Ini: 2 Laga Big Match Tersaji

Jadwal dan Prediksi Liga Champions Malam Ini: 2 Laga Big Match Tersaji

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Temukan Inspirasi Pernikahan Impian di Wedding Showcase 2026 Swiss-Belresidences Kalibata

Temukan Inspirasi Pernikahan Impian di Wedding Showcase 2026 Swiss-Belresidences Kalibata

Jakarta | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Warga Nongsa Unjuk Rasa, Protes Air Rumah Mati Tapi di Data Center Mengalir

Warga Nongsa Unjuk Rasa, Protes Air Rumah Mati Tapi di Data Center Mengalir

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:35 WIB

WNI di Arab Saudi Jadi Korban Serngan Rudal ke Bandara Internasional King Khalid

WNI di Arab Saudi Jadi Korban Serngan Rudal ke Bandara Internasional King Khalid

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Seret Nama Tan Kian dan Uang Rp55 Miliar, Ini Poin Keberatan Febrie Adriansyah di Sidang Tipikor

Seret Nama Tan Kian dan Uang Rp55 Miliar, Ini Poin Keberatan Febrie Adriansyah di Sidang Tipikor

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:31 WIB

×