Turunkan Angka Penyakit Tidak Menular, Anak Muda Diharapkan Jadi Kunci

Senin, 31 Mei 2021 | 14:55 WIB
Turunkan Angka Penyakit Tidak Menular, Anak Muda Diharapkan Jadi Kunci
Ilustrasi olahraga. (Pixabay/Free-Photos)

Suara.com - Sebelum terjadi pandemi Covid-19, penyebab kematian di Indonesia paling banyak disebabkan penyakit tidak menular. Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hingga 2020  hampir setengah dari kematian disebabkan akibat penyakit tidak menular. 

"Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan, penyakit tidak menular menyumbang 7 dari 10 penyebab kematian teratas sebelum pandemi Covid. Di Indonesia, pada 2020, penyakit tidak menular adalah penyebab 4 kematian. Telah meningkat sebelum pandemi covid," kata Kabid Metode dan Teknologi Pemberdayaan masyarakat kemenkes dra. Herawati. M.A., dalam webinar bersama Young Health of Programme, Senin (31/5/2021).

Tingginya angka kematian tersebut, dikatakan Hera, harus menjadi perhatian dan fokus untuk mencegah sekaligus mengobati penyakit tidak menular itu. Ia mendorong agar anak-anak muda gencar lakukan perilaku hidup sehat untuk menekan bertambahnya pasien. 

Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]
Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]

Kemenkes juga telah lama meluncurkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS sebagai pedoman masyarakat untuk hidup aktif dan sehat.

"GERMAS harus senantiasa jadi budaya kita sehari-hari yaitu dengan meningkatkan aktivitas fisik, penyediaan pangan sehat, dan perbaikan gizi. Paling utama juga adalah peningkatan edukasi kepada semua lapisan masyarakat," ucapnya.

Bukan hanya mencegah penyakit tidak menular bagi dirinya sendiri, Hera berharap, kaum muda juga bisa menjadi agen perubahan untuk hidup sehat bagi orang-orang disekitarnya.

Ia mengingatkan bahwa pola hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, kurang aktivitas fisik, juga pola makan tidak sehat jadi pemicu terjadinya obesitas hingga darah tinggi.

Kedua gangguan kesehatan itu bisa jadi faktor pemicu timbulnya penyakit tidak menular lain. Seperti gagal jantung, serangan jantung, stroke, diabetes melitus, juga gagal ginjal. 

"Untuk itu kami perlu menggabungkan dan membudidayakan masyarakat hidup sehat atau kita sebut sebagai GERMAS. Gerakan ini harus dilakukan oleh seluruh masyarakat untuk mempercepat dan mensinergikan tindakan upaya promotif, preventif gaya hidup sehat guna meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan sebagai akibat penyakit tersebut," paparnya.

Baca Juga: Makin Banyak Warga Positif COVID-19 di Kabupaten Bekasi Habis Lebaran

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI