Bukan Infeksi Jamur Hitam! Ini Istilah yang Benar Menurut Dokter

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 03 Juni 2021 | 13:19 WIB
Bukan Infeksi Jamur Hitam! Ini Istilah yang Benar Menurut Dokter
Infeksi jamur hitam atau mukormikosis (Core.ac.uk)

Suara.com - Infeksi jamur hitam yang tengah melanda di India juga jadi pembicaraan dunia. Infeksi saluran pernapasan itu banyak dialami oleh pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Namun perlu diklasifikasi bahwa infeksi jamur hitam ternyata bukan istilah penyakit yang tepat. 

Dokter spesialis paru Dr. dr. Anna Rozaliyani, Sp.P(K)., menyampaikan bahwa infeksi jamur hitam justru bukan disebabkan oleh jamur yang berwarna hitam. Tetapi oleh jamur mukormikosis yang sangat kecil dan hanya bisa dilihat lewat mikroskop. Sehingga nama penyakit yang tepat merupakan mukormikosis.

"Klarifikasinya, black fungus pada mukormikosis bukan istilah yang tepat. Karena penyebab jamurnya itu mukormikosis bukan golongan jamur hitam," kata dokter Anna dalam webinar dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Kamis (3/6/2021).

Infeksi jamur hitam atau mukormikosis (Core.ac.uk)
Infeksi jamur hitam atau mukormikosis (Core.ac.uk)

Ada berbagai jenis-jenis jamur. Beberapa di antaranya memang ada yang berwarna hitam, lanjut dokter Anna. Tetapi mukormikosisbukan termasuk kelompok jamur tersebut. Hanya saja proses infeksi yang disebabkan jamur tersebut memang berakibat kerusakan organ hingga menghitam.

"Mukormikosis ini menyebabkan kelainan jaringan yang berwarna hitam. Oleh karena itu mungkin masyarakat menyebutnya jamur hitam, biar mudah. Itu lah yang jadinya muncul ke permukaan," kata dr. Anna.

Bukan termasuk penyakit baru, dr. Anna menyampaikan bahwa mukormikosis sebenarnya bisa ditemukan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Hanya saja, kasusnya mencuat di India seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di sana. 

Dokter Anna menyebut, hingga Mei 2021 tercatat telah kasus infeksi mukormikosis di India telah mencapai 9 ribu selama pandemi Covid-19.

"Ada banyak dugaan kenapa lebih banyak di India, ada yang bilang terkait masalah lingkungan sehingga menyebabkan jamur lebih cepat tumbuh, kondisi alam, kebersihan penduduk dan lainnya," jelas dr. Anna. 

Faktor lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap berkembangbiaknya jamur mucormycetes. Tanah yang lembab, bahan organik yang membusuk, kompo, hingga kotoran hewan merupakan beberapa yang menjadi habitat mukormikosis, kata dr. Anna. 

baca juga

Bahkan tembok yang lembab akibat bocor air hujan juga bisa memicu tumbuhnya jamur mukormikosis. Dokter Anna menekankan pentingnya kebersihan. Ia menyampaikan, ada tiga cara jamur tersebut bisa masuk ke tubuh manusia. 

"Pertama saluran napas, itu yang paling sering. Kalau nyangkut bisa ada di rongga saluran atas napas. Tapi dalam jumlah kecil, sistem kekebalan tubuh tidak mampu menghalangi sehingga masuk ke saluran napas bawah. Kedua, jika ada cidera atau luka. Kemudian, kalau tertelan tidak disadari, kasusnya memang tidak banyak tapi ini hipotesisnya," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi: Penyakit Jamur Hitam Belum Terdeteksi di Indonesia, Adanya di India

Menkes Budi: Penyakit Jamur Hitam Belum Terdeteksi di Indonesia, Adanya di India

Jakarta | Rabu, 02 Juni 2021 | 13:22 WIB

Jamur Hitam Mematikan yang Menginfeksi Pasien Covid-19 Belum Ada di Indonesia

Jamur Hitam Mematikan yang Menginfeksi Pasien Covid-19 Belum Ada di Indonesia

Lampung | Rabu, 02 Juni 2021 | 10:45 WIB

Duh, Kematian karena Infeksi Jamur Hitam Sudah Merambak ke Irak

Duh, Kematian karena Infeksi Jamur Hitam Sudah Merambak ke Irak

Health | Rabu, 02 Juni 2021 | 07:48 WIB

Terkini

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

Lepas dari Bayang-bayang Kantoran, Gen Z Ditantang Jadi Job Creator di Gen Z Impact Fest 2026

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Bus Transjakarta Dituding Ugal-ugalan! Rekaman CCTV Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Berapa Tahun Batas Usia Ideal Pemakaian HP Murah Sebelum Mulai Lemot?

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 16:02 WIB

Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian

Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 16:00 WIB

Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)

Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:55 WIB

Begadang demi Pekerjaan: Benarkah Bekerja di Malam Hari Lebih Efektif?

Begadang demi Pekerjaan: Benarkah Bekerja di Malam Hari Lebih Efektif?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:50 WIB

Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?

Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:45 WIB

Sinopsis Drama Jepang 'Wheat, Butter, and Revenge', Dibintangi Ihara Rikka

Sinopsis Drama Jepang 'Wheat, Butter, and Revenge', Dibintangi Ihara Rikka

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:40 WIB

Kawal Jakmania ke GBK, 934 Petugas Disiagakan di 47 Titik Pengamanan Kota Bekasi

Kawal Jakmania ke GBK, 934 Petugas Disiagakan di 47 Titik Pengamanan Kota Bekasi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:30 WIB

Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal

Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:30 WIB

×