Varian Baru Virus Corona di Temukan di Nepal, Ini Bahayanya

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 04 Juni 2021 | 09:45 WIB
Varian Baru Virus Corona di Temukan di Nepal, Ini Bahayanya
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Varian baru virus corona Covid-19 kembali ditemukan di Nepal. Munculnya banyak mutasi baru virus corona Covid-19 ini cukup mengkhawatirkan, karena mungkin lebih mudah menyebar dan kebal terhadap vaksin Covid-19.

Para ilmuwan pun telah berlomba untuk memahami lebih banyak tentang varian virus corona Nepal ini, yang baru menyerang sejumlah kecil orang di Inggris.

Tapi, kurang ketatnya aturan pembatasa sosial di Nepal dan berdekatan dengan India, sehingga belum jelas mengenai varian baru virus corona Nepal tersebut.

Tapi, varian Nepal ini disebut memiliki jumlah mutasi dari gabungan strain yang sudah ada.

Varian Nepal sendiri merupakan variasi evolusi dari varian virus corona India yang diberi nama varian Delta.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian virus coron Nepal ini masih sangat baru sehingga belum diberi nama.

Bahkan WHO juga sempat mengaku belum mengetahui tentang varian virus corona dari negara tersebut sebelumnya.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)

Varian virus corona Nepal ini disebut akan memiliki mutasi yang sama dengan varian Delta, yang menunjukkan bahwa varian tersebut akan berperilaku dengan cara yang sama.

Seperti yang kita tahu, varian Delta bisa menyebar lebih cepat hingga 50 persen lebih banyak daripada barian Alpha (Inggris) dan kebal terhadap vaksin Covid-19.

baca juga

Namun, varian virus corona Nepal ini memiliki tambahan mutasi lain yang disebut K417N. Menurut Dr Jeff Barret, Direktur Inisiatif Genomik Covid-19 di Wellcome Sanger Institute, mutasi ini juga ada di varian virus corona Afrika Selatan dan membuat varian itu kebal terhadap vaksin Covid-19.

"Karena kemungkinan ini, varian Delta nampaknya lebih menular daripada varian Beta. Para ilmuwan pun sedang memantaunya dengan cermat," jelas Dr Jeff Barret dikutip dari The Sun.

Dr Barret mengatakan 91 kasus Covid telah terbukti disebabkan oleh varian Delta dengan mutasi K417N, yang artinya itu menunjukkan varian Nepal.

"Delta+K417N ini telah terlihat di banyak negara, termasuk Inggris, Portugal, Amerika Serikat, dan India. Varian ini juga telah di Nepal dan 14 kali di Jepang," jelasnya.

Sejauh ini, belum ada indikasi gejala baru yang disebabkan oleh infeksi varian virus corona Nepal. Gejala utama yang harus diwaspadai tetap seputar batuk, demam tinggi hingga hilangnya indra penciuman dan rasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Munculkan Stigma, WHO Ubah Nama Varian Baru Virus Corona

Bisa Munculkan Stigma, WHO Ubah Nama Varian Baru Virus Corona

Health | Rabu, 02 Juni 2021 | 10:31 WIB

Vietnam Deteksi Varian Baru Virus Corona dari Strain Lama, Ini 7 Faktanya!

Vietnam Deteksi Varian Baru Virus Corona dari Strain Lama, Ini 7 Faktanya!

Health | Selasa, 01 Juni 2021 | 08:34 WIB

Waduh, Efektivitas Vaksin Covid-19 untuk Varian Baru Virus Corona Berbeda-beda?

Waduh, Efektivitas Vaksin Covid-19 untuk Varian Baru Virus Corona Berbeda-beda?

Health | Kamis, 27 Mei 2021 | 21:18 WIB

Terkini

Usut Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, Inspektorat Kabupaten Bogor Pasrahkan Kasus ke Kepolisian

Usut Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, Inspektorat Kabupaten Bogor Pasrahkan Kasus ke Kepolisian

Bogor | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:07 WIB

Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol

Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:06 WIB

Kapolri Mutasi 146 Perwira, Kadivhubinter hingga Karoprovos Divpropam Berganti

Kapolri Mutasi 146 Perwira, Kadivhubinter hingga Karoprovos Divpropam Berganti

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:00 WIB

iCAR V27 Solusi Mobil Listrik Anti Cemas dengan Jarak Tempuh 1200 Km

iCAR V27 Solusi Mobil Listrik Anti Cemas dengan Jarak Tempuh 1200 Km

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:00 WIB

Ulasan Novel 23:59, Keberanian Ami dalam Mengikhlaskan Luka Masa Lalu

Ulasan Novel 23:59, Keberanian Ami dalam Mengikhlaskan Luka Masa Lalu

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:00 WIB

Tanah Abang Masih Jadi Sarang Obat Keras, Polisi Tangkap 2-3 Pengedar Setiap Hari

Tanah Abang Masih Jadi Sarang Obat Keras, Polisi Tangkap 2-3 Pengedar Setiap Hari

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:58 WIB

Kondisi Ekonomi Tidak Pasti, Industri Pilih Tahan Barang di Gudang

Kondisi Ekonomi Tidak Pasti, Industri Pilih Tahan Barang di Gudang

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:58 WIB

Guru Besar IPB Sulap Limbah Rumput Laut dan Jeroan Ikan Jadi Pupuk Organik, Bagaimana Kisahnya?

Guru Besar IPB Sulap Limbah Rumput Laut dan Jeroan Ikan Jadi Pupuk Organik, Bagaimana Kisahnya?

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:55 WIB

Cara Cek Pajak Tahunan Mobil Listrik Lewat HP, Cepat dan Nggak Pakai Ribet!

Cara Cek Pajak Tahunan Mobil Listrik Lewat HP, Cepat dan Nggak Pakai Ribet!

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:48 WIB

Biaya Pendidikan Terus Naik, Begini Cara Cerdas Mengelola Dana Daftar Ulang Kuliah

Biaya Pendidikan Terus Naik, Begini Cara Cerdas Mengelola Dana Daftar Ulang Kuliah

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:48 WIB

×