alexametrics

Varian Baru Virus Corona di Temukan di Nepal, Ini Bahayanya

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Varian Baru Virus Corona di Temukan di Nepal, Ini Bahayanya
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Varian virus corona kembali ditemukan di Nepal dan dinilai berbahaya.

Suara.com - Varian baru virus corona Covid-19 kembali ditemukan di Nepal. Munculnya banyak mutasi baru virus corona Covid-19 ini cukup mengkhawatirkan, karena mungkin lebih mudah menyebar dan kebal terhadap vaksin Covid-19.

Para ilmuwan pun telah berlomba untuk memahami lebih banyak tentang varian virus corona Nepal ini, yang baru menyerang sejumlah kecil orang di Inggris.

Tapi, kurang ketatnya aturan pembatasa sosial di Nepal dan berdekatan dengan India, sehingga belum jelas mengenai varian baru virus corona Nepal tersebut.

Tapi, varian Nepal ini disebut memiliki jumlah mutasi dari gabungan strain yang sudah ada.

Baca Juga: Vaksin Pfizer Diduga Picu Miokarditis, Kenali 5 Gejalanya

Varian Nepal sendiri merupakan variasi evolusi dari varian virus corona India yang diberi nama varian Delta.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian virus coron Nepal ini masih sangat baru sehingga belum diberi nama.

Bahkan WHO juga sempat mengaku belum mengetahui tentang varian virus corona dari negara tersebut sebelumnya.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Unsplash/CDC)

Varian virus corona Nepal ini disebut akan memiliki mutasi yang sama dengan varian Delta, yang menunjukkan bahwa varian tersebut akan berperilaku dengan cara yang sama.

Seperti yang kita tahu, varian Delta bisa menyebar lebih cepat hingga 50 persen lebih banyak daripada barian Alpha (Inggris) dan kebal terhadap vaksin Covid-19.

Baca Juga: WHO Nyatakan B.1.617.2 sebagai Varian Delta "Berbahaya", Ini Sebabnya!

Namun, varian virus corona Nepal ini memiliki tambahan mutasi lain yang disebut K417N. Menurut Dr Jeff Barret, Direktur Inisiatif Genomik Covid-19 di Wellcome Sanger Institute, mutasi ini juga ada di varian virus corona Afrika Selatan dan membuat varian itu kebal terhadap vaksin Covid-19.

Komentar