alexametrics

Vaksin Pfizer Diduga Picu Miokarditis, Kenali 5 Gejalanya

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Vaksin Pfizer Diduga Picu Miokarditis, Kenali 5 Gejalanya
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Baru-baru ini, Israel menyatakan bahwa vaksin Pfizer bisa memicu miokarditis.

Suara.com - Israel telah menemukan kemungkinan adanya hubungan antara vaksin Pfizer dengan masalah jantung miokarditis. Pejabat kesehatan setempat juga menyelidiki masalah itu juga terjadi setelah seseorang suntik vaksin Moderna atau tidak.

Karena, vaksin Moderna dan Pfizer menggunakan teknologi yang sama. Di sisi lain, miokarditis adalah kondisi yang menyebabkan peradangan pada jantung.

Dalam kasus yang sangat serius, kondisi ini cukup mematikan. Tapi, masalah jantung ini nampaknya ringan setelah melihat kasus yang dilaporkan sejauh ini.

Sebenarnya, Kementerian Kesehatan Israel telah menandai efek sampingnya beberapa bulan lalu. Tapi, ia baru mengatakannya baru-baru ini bahwa pihaknya telah menemukan hubungan antara vaksin Pfizer dengan miokarditis setelah melakukan penelitian.

Baca Juga: WHO Nyatakan B.1.617.2 sebagai Varian Delta "Berbahaya", Ini Sebabnya!

Efek samping vaksin Pfizer ini cenderung mempengaruhi pria usia 16 tahun hingga 30 tahun, tapi risiko lebih tinggi ada pada antara usia 16 hingga 19 tahun.

Ilustrasi miokarditis. (Pexels/Freestockorg)
Ilustrasi miokarditis. (Pexels/Freestockorg)

Hampir semua kasus atau sekitar 95 persen kasus memiliki kondisi ringan dan telah menghabiskan tidak lebih 4 hari di rumah sakit. Di Israel, 275 kasus miokarditis dilaporkan antara Desember 2020 dan Mei 2021 di antara lebih dari lima juta orang yang divaksinasi.

Artinya, risiko miokarditis setelah suntik vaksin Pfizer ini cukup jarang jika nantinya terbukti atau hanya mengancam sekitar 55 dari 1 juta orang yang divaksinasi.

Pfizer mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah mengetahui pengamatan Israel terhadap kasus miokarditis dan mengatakan tidak ada hubungan sebab akibat dengan vaksinnya.

Sementara itu, para pejabat di AS sedang menyelidiki serentetan kasus miokarditis pada anak-anak yang mendapat suntikan vaksin Moderna dan Pfizer.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Makan 3 Bawang Merah dan Perasan Lemon Bisa Obati Virus Corona?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan sebagian besar kasus terjadi pada pria muda berusia 16 tahun atau lebih. Tetapi CDC masih merekomendasikan agar semua orang yang berusia 12 tahun ke atas mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 untuk sebagai cara terbaik mendapatkan perlindungan.

Komentar