alexametrics

Kafein Membantu Melawan Kantuk, Tapi Bisa Membuat Anda Kekurangan Waktu Tidur

Vania Rossa | Dian Kusumo Hapsari
Kafein Membantu Melawan Kantuk, Tapi Bisa Membuat Anda Kekurangan Waktu Tidur
Ilustrasi kafein/minum kopi. (Shutterstock)

Dan Anda rentan melakukan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang yang kekurangan waktu tidur.

Suara.com - Selama ini, kafein kerap diandalkan untuk membantu seseorang tetap terjaga dan meningkatkan konsentrasi. Namun, diketahui bahwa asupan kafein yang berlebihan dapat mengurangi waktu tidur dan membuat tubuh tidak dapat tidur dengan nyenyak. Ujung-ujungnya, Anda bisa mengalami gangguan tidur, seperti insomnia.

Namun, penelitian terbaru mengungkap dampak lain dari kafein yang tak selamanya buruk. Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of Basel menyebut bahwa konsumsi kafein secara teratur justru dapat mengurangi jumlah grey matter atau area abu-abu di otak.

Grey matter adalah zat yang menutupi otak manusia dan memungkinkan otak untuk melakukan fungsi sehari-hari seperti kontrol otot, persepsi sensorik, emosi, dan pengambilan keputusan.

Studi yang diterbitkan dalam Cerebral Cortex edisi Juni ini menunjukkan bahwa konsumsi kafein mempengaruhi struktur otak seseorang hingga tingkat yang dapat dideteksi dalam periode 10 hari.

Baca Juga: Viral Harga Fantastis Makanan dan Minuman di Puncak Bogor, Telur Setengah Matang Rp25 Ribu

Salah satu penulis studi, Carolin Reichert, dari University of Basel, memimpin tim ilmuwan yang melakukan eksperimen yang melibatkan 20 orang muda dan sehat. Sepuluh di antaranya diberi tablet kafein dan 10 lainnya diberi tablet plasebo tanpa bahan aktif.

Mereka tidak diperbolehkan mengonsumsi kafein selain yang disediakan peneliti. Para ilmuwan mempelajari pemindaian aktivitas otak (EEG) dan memantau tidur mereka. Sementara kualitas tidur mereka tidak terpengaruh, pemindaian otak mereka menunjukkan bahwa orang yang tidak mengonsumsi kafein untuk periode tersebut memiliki jumlah area abu-abu yang lebih besar daripada mereka yang mengonsumsi kafein.

Namun, para ilmuwan juga menemukan bahwa peserta yang area abu-abunya berkurang setelah konsumsi kafein secara teratur, kemudian mereka tidak mengonsumsi kafein selama 10 hari ke depan, area abu-abu ini akan beregenerasi. Menurut Reichert, diperlukan perbandingan yang lebih sistematis antara peminum kopi biasa dan orang yang mengonsumsi sedikit atau tidak sama sekali kafein untuk mencapai kesimpulan yang jelas.

Kafein selama ini dianggap dapat membantu seseorang tetap terjaga dan meningkatkan fokus. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa meskipun kafein untuk sementara dapat membantu orang melawan kantuk, Anda akan tetap mengalami kekurangan waktu tidur. Dan seseorang yang terjaga dengan bantuan kafein, ketika bertemu dengan tugas-tugas yang sedikit menantang, akan membuat kesalahan sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang kurang tidur.

Baca Juga: Gegara Menu Konyol Viral di TikTok, Barista Starbucks Unggah Curhatan Kesal

Komentar